- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kremlin: Belum Ada Update ...
Kremlin: Belum Ada Update Resmi Soal Negosiasi Perdamaian Ukraina di Jenewa
Senin, 24 Nov 2025, 21:45 WIBJAKARTA - Kremlin mengatakan bahwa mereka belum menerima pemberitahuan resmi terkait rencana pembicaraan damai mengenai Ukraina yang disebut-sebut akan berlangsung di Jenewa. Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa sejumlah negara Eropa telah mulai mengatur format dan agenda pertemuan tersebut.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa Rusia tidak dapat memberikan komentar lebih jauh karena belum ada informasi formal yang disampaikan kepada Moskow. Ia menilai banyak rumor berkembang di media, tetapi tidak satu pun disertai pemberitahuan diplomatik resmi.
"Kami tidak mengetahui ada komunikasi resmi mengenai pembicaraan itu," kata Dmitry Peskov saat ditanya wartawan terkait laporan persiapan dialog di Jenewa.
Peskov menambahkan bahwa Kremlin tidak bisa menanggapi rencana apa pun sebelum mendapatkan detail jelas mengenai peserta, agenda, serta tujuan pembicaraan. Menurutnya, Rusia membutuhkan informasi lengkap sebelum mempertimbangkan langkah diplomatik berikutnya.
Laporan mengenai rencana pertemuan di Jenewa sebelumnya mencuat dari sejumlah negara Eropa yang ingin mendorong proses diplomatik baru untuk konflik Ukraina. Mereka disebut sedang menyusun format pertemuan yang berbeda dari KTT Perdamaian Ukraina sebelumnya.
Namun, Russia menyatakan bahwa setiap pembicaraan damai tidak akan memiliki legitimasi jika tidak melibatkan mereka sejak awal. Moskow berulang kali mengkritik pertemuan internasional soal Ukraina yang digelar tanpa keterlibatan mereka.
Peskov menyebut bahwa Russia terbuka pada pembicaraan damai, tetapi hanya bila kepentingan dan kondisi mereka dipertimbangkan secara setara. Ia mengatakan bahwa proses negosiasi harus realistis dan mencerminkan âsituasi di lapangan.â
"Mengadakan pertemuan tanpa Rusia tidak akan menghasilkan apa pun," ujar Peskov menegaskan.
Ukraina sendiri sebelumnya menyatakan bahwa mereka hanya akan menghadiri pertemuan internasional yang membahas formula perdamaian versi Presiden Volodymyr Zelenskyy. Kyiv menolak skenario yang dianggap memberi keuntungan teritorial kepada Rusia.
Sementara itu, negara-negara Eropa mencoba mencari cara agar pembicaraan dapat berlangsung pada akhir tahun atau awal tahun depan. Mereka berharap Jenewa bisa menjadi lokasi netral yang mempertemukan semua pihak.
Namun, Rusia tetap bersikap hati-hati terhadap inisiatif Eropa tersebut. Peskov mengatakan bahwa pihaknya belum melihat adanya keseriusan yang mengarah pada dialog nyata karena minimnya komunikasi langsung.
Kremlin juga menyatakan bahwa setiap proses diplomatik harus mempertimbangkan fakta bahwa Rusia telah mencapai kemajuan signifikan dalam operasi militernya. Menurut mereka, pembicaraan damai tidak bisa mengabaikan realitas tersebut.
Negara-negara Barat sebelumnya mengatakan bahwa mereka ingin mendorong jalur diplomasi guna mengurangi intensitas perang yang terus berlangsung tanpa tanda kompromi. Namun, perbedaan pendekatan antara Rusia, Ukraina, dan negara-negara pendukungnya membuat proses ini berjalan sulit.
Para analis menilai bahwa pernyataan Kremlin ini menunjukkan minimnya koordinasi antara Moskow dan negara-negara Eropa terkait inisiatif perdamaian. Hal ini juga menggambarkan betapa tipisnya peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.
Dengan ketidakjelasan informasi dan ketegangan diplomatik yang masih tinggi, rencana pembicaraan damai di Jenewa sejauh ini belum menemui titik terang. Rusia menegaskan kembali bahwa mereka menunggu komunikasi resmi sebelum mengambil langkah selanjutnya dalam proses diplomasi.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Cocok buat Treking dan Healing, Ini Rekomendasi 7 Curug di Bogor yang Wajib Dikunjungi
-
Ukraina akan Mampu Lancarkan Serangan Rudal Balistik Buatan Dalam Negeri ke Russia
-
Bareskrim Polri Siap Dukung Penyidikan Dugaan Korupsi dan TPPU Pengadaan Batu Bara PLTU.
-
Trump Sebut Nota Kesepahaman dengan Iran Sudah Tamat Setelah Iran Membalas AS dengan Menyerang Kuwait dan Bahrain
-
Presiden Kazakhstan Desak Russia Bekukan Perang Ukraina, Tokayev: Semua Ini Harus Dihentikan
-
Hari Pertama Sekolah Terganggu akibat Dugaan Teror Bom
-
PINTU Incubator Perkuat Kolaborasi Mode Indonesia-Prancis di JF3 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.