• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bukan Sekadar Besaran Gaji...

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Selasa, 23 Jun 2026, 20:07 WIB

JAKARTA – Pekerja Indonesia tercatat memiliki tingkat persepsi positif terhadap kompensasi yang diterima dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan Asia Pasifik. Temuan tersebut terungkap dalam laporan terbaru “Salary Pulse” yang dirilis oleh Jobstreet by Seek, yang mengulas pandangan pekerja mengenai gaji, kewajaran kompensasi, serta kecenderungan negosiasi upah.

Laporan ini disusun berdasarkan survei daring yang dilakukan bersama lembaga riset Nature pada Februari 2026 terhadap 1.010 profesional di Indonesia berusia 18 hingga 64 tahun. Hasil survei menunjukkan sebanyak 81 persen pekerja Indonesia menilai gaji yang mereka terima sudah sesuai atau layak dengan pekerjaan yang dijalankan. Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dibandingkan wilayah Asia Pasifik lain yang disurvei.

Ket. Foto: Managing Director Jobstreet by Seek Indonesia, Wisnu Dharmawan memaparkan laporan bertajuk “Salary Pulse” di Jakarta pada hari Selasa (23/6). Riset ini mengungkap, pekerja Indonesia tidak hanya melihat besaran gaji, tetapi juga mencari apresiasi, lingkungan kerja positif, dan rasa dihargai dalam karier. — Sumber: Jobstreet by Seek

Meski demikian, tingkat kepuasan terhadap nominal gaji masih berada di angka 66 persen. Perbedaan angka ini menunjukkan bahwa pekerja tidak hanya mempertimbangkan apakah gaji mereka sudah sesuai standar pasar, tetapi juga ingin merasa dihargai atas kontribusi nyata yang diberikan kepada perusahaan.

Kepuasan Gaji Berpengaruh terhadap Produktivitas

Laporan Salary Pulse menemukan bahwa kepuasan terhadap gaji memiliki hubungan kuat dengan motivasi kerja karyawan. Pekerja yang merasa puas dengan kompensasi mereka tercatat hampir dua kali lebih termotivasi untuk memberikan usaha tambahan di tempat kerja dibandingkan mereka yang merasa tidak puas. Sebaliknya, pekerja yang tidak bahagia dengan gaji memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mempertimbangkan pindah pekerjaan.

Managing Director Jobstreet by Seek Indonesia, Wisnu Dharmawan, mengatakan bahwa faktor gaji adalah elemen krusial yang membentuk pengalaman dan perasaan pekerja di Indonesia terhadap pekerjaan mereka.

“Kepuasan terhadap gaji merupakan area yang krusial untuk dipahami dan ditanggapi secara serius oleh para pemimpin perusahaan,” ujar Wisnu melalui siaran pers pada hari Selasa, 23 Juni 2026. Menurutnya, komunikasi yang transparan mengenai kompensasi dapat membantu perusahaan mengelola ekspektasi sekaligus meningkatkan kepuasan karyawan.

Pekerja Indonesia Bersedia Berkompromi, tetapi Tetap Memegang Nilai

Dalam hal mengejar kenaikan pendapatan, pekerja Indonesia menunjukkan kesiapan untuk melakukan sejumlah kompromi. Survei menunjukkan hampir sepertiga responden bersedia menerima tuntutan pekerjaan tambahan, seperti bekerja di luar jam kerja atau berpindah kota maupun negara, demi kenaikan gaji sebesar 10 persen.

Namun, faktor finansial bukan satu-satunya pertimbangan. Pekerja Indonesia tetap memiliki batasan ketat terkait budaya perusahaan dan kesesuaian nilai pribadi. Hanya sebagian kecil responden yang bersedia bekerja di lingkungan dengan budaya kerja yang tidak sehat (toxic culture) atau perusahaan yang tidak sejalan dengan prinsip mereka, meskipun menawarkan kenaikan gaji tinggi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pekerja semakin kritis mempertimbangkan keseimbangan antara kompensasi, lingkungan kerja, dan nilai perusahaan.

Pekerja Indonesia Paling Percaya Diri Bernegosiasi Gaji

Dari sisi negosiasi, pekerja Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Lebih dari separuh responden menyatakan nyaman meminta kenaikan gaji kepada perusahaan. Bahkan, 64 persen pekerja mengaku pernah mengajukan permintaan kenaikan tersebut.

Menariknya, langkah proaktif tersebut memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Sebanyak 83 persen pekerja yang pernah meminta kenaikan gaji berhasil mendapatkan peningkatan kompensasi. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi terbuka antara pekerja dan perusahaan menjadi faktor penting dalam membangun hubungan kerja yang sehat.

Kenaikan Gaji Dorong Kepuasan Lebih Tinggi

Laporan tersebut juga mencatat tren peningkatan gaji yang cukup positif di Indonesia. Sebanyak 62 persen pekerja melaporkan telah menerima kenaikan gaji dalam satu tahun terakhir, dengan sebagian besar kenaikan berada pada kisaran hingga 10 persen.

Namun, jenis kenaikan gaji ternyata memengaruhi persepsi pekerja. Karyawan yang menerima kenaikan berdasarkan performa kerja (merit-based) menunjukkan tingkat kepuasan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pekerja yang hanya mendapatkan penyesuaian massal secara umum dari perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa penghargaan yang dikaitkan langsung dengan kontribusi individu memberikan dampak psikologis yang lebih besar bagi karyawan.

Perbedaan Generasi dalam Melihat Kepuasan Gaji

Laporan Salary Pulse juga menemukan adanya perbedaan persepsi berdasarkan kelompok usia. Kelompok Gen Z yang mayoritas masih berada pada tahap awal karier menunjukkan tingkat kepuasan gaji yang relatif tinggi. Sementara itu, pekerja Gen X yang rata-rata memiliki pengalaman kerja panjang dan pendapatan lebih tinggi justru lebih banyak merasa belum dihargai secara memadai oleh perusahaan.

“Perbedaan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk ekspektasi karier, beban tanggung jawab, serta persepsi terhadap perkembangan pendapatan seiring waktu,” kata Wisnu.

Perusahaan Perlu Perkuat Transparansi Kompensasi

Jobstreet by Seek menilai perusahaan perlu memiliki strategi yang lebih terbuka dalam mengelola ekspektasi karyawan. Ketika permintaan kenaikan gaji belum dapat dipenuhi, pekerja Indonesia cenderung mencari alternatif lain, seperti melakukan negosiasi ulang atau meminta tambahan manfaat non-gaji.

Bonus kinerja, asuransi kesehatan, serta fasilitas kesejahteraan (well-being) menjadi beberapa bentuk kompensasi alternatif yang efektif membantu meningkatkan retensi karyawan. Wisnu menegaskan pentingnya perusahaan untuk membangun komunikasi yang jelas mengenai target, kinerja, dan sistem penghargaan.

“Gaji yang adil adalah fondasi, tetapi kenyamanan bekerja dibangun di atas apresiasi perusahaan terhadap pekerja potensial,” tutur Wisnu.

Laporan ini menjadi pengingat penting bagi para pemberi kerja bahwa bagi karyawan di Indonesia, kompensasi bukan hanya persoalan angka di atas kertas, tetapi juga erat kaitannya dengan rasa dihargai, motivasi, dan hubungan profesional jangka panjang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Dinkes Maluku Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini Lewat Open Clinic Day.

118 Ijazah Siswa dari 11 Madrasah Ditebus, Pemkot Jakbar Gandeng Kemenag dan Baznas Bazis.

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.