Aspekpir dan BPDP Ciptakan UMKM Kreatif Berbasis Limbah Sawit di Pasangkayu
Senin, 24 Nov 2025, 10:25 WIBJAKARTA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) Indonesia dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi menggelar Inovasi âSawit untuk Perempuan Berdayaâ di Kabupaten Pasangkayu. Daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra sawit di Sulawesi Barat.
Acara yang diselenggarakan pada tanggal 18-19 November 2025 tersebut menghadirkan 100 peserta perempuan asal kabupaten Pasangkayu. Pada kesempatan tersebut mereka mengikuti rangkaian kegiatan diskusi dan praktik membuat produk untuk UMKM.
Mereka diajarkan bagaimana menyiapkan lidi sawit siap ekspor, membuat snack stik dari umbut sawit atau bagian ujung titik tumbuh batang kelapa sawit bertekstur lunak yang akan tumbuh menjadi pelepah dan daun kelapa sawit. Selain itu juga membuat fresh care yang mengandung bahan dari sawit.
Adapun para narasumber yang membagikan pengalaman mereka pada acara tersebut adalah eksportir lidi sawit Ilham Setiadi, akademisi Duta Setiawan, dan medical aesthetician dan pengusaha produk kecantikan Irdawati Novita.
Acara dibuka oleh kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Pasangkayu Dr. Abidin dan dihadiri oleh Anggota Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia Herdrajat Natawidjaja, Ketua Aspekpir Sulbar Budi Yanto, Senior Analis UMKM BPDP Anwar Sadat yang hadir secara online.
âSangat mengapresiasi kegiatan yang diperuntukkan bagi perempuan petani sawit ini. Banyak produk-produk UMKM yang dapat dihasilkan dari limbah kelapa sawit seperti kerajinan tangan, lidi ekspor dan sebagainya,â kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasangku Abidin dalam keterangan tertulis pada hari Senin (24/11).
Analis Senior UMKM BPDP Anwar Sadat yang hadir secara daring menjelaskan jika BPDP pentingnya kegiatan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat sawit dan produk turunannya. Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut, BPDP berharap masyarakat dan pelaku UMKM bisa memperoleh manfaat langsung program pengembangan dan manfaat kelapa sawit agar bisa menciptakan produk inovatif dari sawit serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan skala UMKM.
âBanyak produk turunan dari kelapa sawit yang justru dalam 24 jam selalu digunakan oleh masyarakat, salah satu contohnya adalah produk sabun, odol, aneka produk pangan serta kecantikan dan sebagainya,â paparnya.
Herdrajat Natawidjaja, mewakili Ketua Umum Aspekpir Indonesia menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang selalu mendukung kegiatan Aspekpir Indonesia. Ia menilai kegiatan tersebut akan berdampak positif dalam mendorong lahirnya usaha baru maupun produk UMKM dari kelapa sawit.
"Kegiatan ini akan berdampak positif dalam mendorong lahirnya usaha maupun produk UMKM dari kelapa sawit," katanya.
Pada kegiatan tersebut, dilaksanakan praktik pembuatan fresh care yang mengandung bahan dari sawit, membuat snack stik dari umbut kelapa sawit, dan menyiapkan lidi sawit dengan spesifikasi untuk pasar ekspor.
- Kabupaten Pasangkayu
- Limbah Sawit
- Inovasi
- UMKM
- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia
- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP)
- lidi sawit
- fresh care
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Kenalkan Herbal Tradisional, Sido Muncul Luncurkan Sido HerbalPedia dan SiHerbie
-
Pemkab Lebak Minta Masyarakat Kasepuhan Tingkatkan Produksi Pangan
-
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025
-
Selancar Berkebaya di Pantai Kuta
-
Ini Dia Para Top CEO dan Best Unitlink 2026 yang Raih Award dari Media Asuransi
-
Harga Emas Antam pada Selasa (28/4) Pagi Naik Rp5.000 Menjadi Rp2,814 Juta/Gr
-
Proyek Giant Sea Wall Dikebut, Presiden Prabowo Perintahkan Mendiktisaintek Gandeng Kampus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.