Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Siaga! Dandim 1710/Mimika Sebut Kamtibmas Pedalaman Mimika Rawan Terkendali Jelang 1 Desember

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 13:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Papua Siaga! Dandim 1710/Mimika Sebut Kamtibmas Pedalaman Mimika Rawan Terkendali Jelang 1 Desember Doc: ANTARA
Ket. Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf M Slamet Wijaya.

TIMIKA - Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf M Slamet Wijaya menyebut situasi keamanan di sejumlah distrik (kecamatan) pedalaman seperti Jila, Alama, Hoeya maupun Tembagapura dalam kondisi rawan terkendali menjelang 1 Desember 2025.

"Untuk wilayah Kota Timika dan sekitarnya saat ini berada dalam situasi aman terkendali, sementara wilayah distrik di pegunungan berada dalam situasi rawan terkendali. Terutama di distrik pegunungan yang bersebelahan dengan wilayah yang saat ini sedang masih ada konflik dengan saudara-saudara kita, tentunya pasti ada dampaknya ke wilayah kita," kata Letkol Slamet di Timika, Minggu.

Kodim Mimika, katanya, melakukan koordinasi dengan aparat keamanan lainnya baik itu Polri maupun TNI AL dan TNI AU untuk meningkatkan kesiapsiagaan menjelang 1 Desember 2025 guna memastikan situasi keamanan di seluruh wilayah Mimika tetap kondusif dan terkendali.

"Kami juga sudah mendapatkan perintah dari pimpinan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas. Kita meminta dukungan dan peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan sehingga warga bisa beraktivitas seperti biasanya," ujar Letkol Slamet.

Menyinggung tentang situasi keamanan di wilayah Distrik Jila, Dandim Mimika menyebut saat ini masih dalam kondisi rawan terkendali setelah dilakukan operasi penindakan oleh aparat keamanan terhadap anggota kelompok separatis bersenjata beberapa waktu lalu.

Kehadiran anggota TNI di wilayah itu, kata Dandim, dalam upaya untuk mencegah terjadi hal-hal yang dapat memicu gangguan kamtibmas, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat.

"Mungkin saja ada rasa traumatis pasca penindakan kemarin, tetapi perlu kami jelaskan bahwa kehadiran aparat keamanan di sana tidak ada keinginan atau niat sedikitpun untuk menyakiti masyarakat. Kami datang murni untuk menjaga mereka," ujarnya.

Dandim Mimika menambahkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final dari Sabang sampai Merauke, sehingga semua elemen masyarakat diharapkan ikut memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah masing-masing.

"Kita semua satu negara dalam bingkai NKRI," tuturnya.

Situasi kamtibmas di seluruh wilayah Papua masuk kategori rawan setiap menjelang 1 Desember yang dipandang sebagai hari keramat bagi warga Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Tidak Simpel, Liga Putri In...
Luar Negeri
Dubes AS untuk Yunani Mundu...

Mentan Jepang Mengundurkan Diri

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Mentan Jepang Mengundurkan ...
Luar Negeri
Kapal Induk Tiongkok akan G...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.