Kalimantan Selatan Masih Langka BBM, Pengamat Sebut Ada Permainan Mafia Migas

Kamis, 20 Nov 2025, 18:55 WIB

BANJARMASIN - Pengamat Kebijakan Publik asal Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr. Ir. Subhan Syarief MT mengatakan pemerintah harus segera mereformasi tata kelola distribusi untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kalsel).

”Pembenahan distribusi harus dilakukan segera agar persoalan kelangkaan BBM ini bisa teratasi secara menyeluruh," kata dia di Banjarmasin, Kamis (20/11).

Ket. Foto: Antrean panjang terjadi di sebuah SPBU di Kalsel. — Sumber: antara foto

Subhan mendorong pembentukan Satgas Pengawasan Energi Daerah berbasis multi lembaga.

Menurutnya, yang dibutuhkan adalah reformasi tata kelola, peningkatan dan perkuatan digitalisasi distribusi berbasis QR Code, pengembangan model tracking, dashboard stok publik, audit digital terhadap depo dan SPBU.

"Semua langkah ini diperlukan pembentukan Satgas berbasis multi lembaga seperti Polda, Kejaksaan, ESDM, BPH Migas, dan juga melibatkan publik yang independen," jelas peraih gelar Doktor Hukum Konstruksi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang ini.

Subhan pun menilai kelangkaan BBM di sejumlah daerah saat ini disebabkan permainan mafia migas.

Menurutnya, fenomena ini bukan semata soal keterlambatan suplai atau peningkatan konsumsi.

Jika ditinjau dari perspektif tata kelola migas, kata dia, pola kelangkaan yang terjadi serentak disertai antrean panjang dan disparitas stok antar wilayah mengindikasikan adanya market disruption anomaly.

"Situasi ketika distribusi tidak sepenuhnya dikendalikan oleh negara, tetapi terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu,” ungkapnya.

Peneliti Batang Banyu Institute ini mengungkapkan ruang bagi para mafia migas untuk bermain dan melakukan penyimpangan masih sangat terbuka lebar terutama dalam fase distribusi.

Di fase tersebut, para mafia memiliki kendali atas kepemilikan armada tanker, depo, hingga SPBU dan sistem kuota.

Pola penyimpangan seperti penimbunan, switching, dan pengalihan alokasi bukan terjadi secara insidental, melainkan menunjukkan karakter coordinated supply manipulation.

"Di sinilah mafia migas bekerja bukan sebagai pelaku ilegal di pinggir sistem, tetapi sebagai aktor ekonomi yang memanfaatkan celah tata kelola dan regulasi,” beber Subhan.

Dia menduga adanya kasus kelangkaan BBM di sejumlah daerah merupakan serangan balik dari para mafia migas ke pemerintah.

Terlebih pemerintah sudah menyentuh kepentingan besar seperti menetapkan pemain besar seperti Riza Chalid sebagai tersangka dan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.