Puskepi Desak DPR Harus Turun Tangan: Mafia Migas Tak Bisa Dibiarkan!

Jumat, 21 Nov 2025, 14:40 WIB

JAKARTA – Pemberantasan mafia migas menjadi krusial karena praktik rente dan penyimpangan distribusi energi dapat menggerus efisiensi, menekan investasi, serta membebani keuangan negara.

Keberadaan mafia memperlebar disparitas harga, menghambat transparansi tata niaga, dan mengganggu stabilitas pasokan yang berdampak langsung pada dunia usaha dan masyarakat.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pompa angguk di suatu lokasi pengeboran minyak. — Sumber: Antara.

Dengan menutup celah korupsi dan memperkuat pengawasan rantai pasok migas, pemerintah tidak hanya meningkatkan kredibilitas sektor energi, tetapi juga memastikan kebijakan subsidi dan ketersediaan BBM tepat sasaran.

Dalam jangka panjang, pemberantasan mafia migas menjadi fondasi penting menuju ketahanan energi yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan.

Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) menyatakan pemberantasan mafia migas dinilai sangat penting dan mendesak di tengah upaya mewujudkan swasembada energi sebagaimana Asta Cita Pemerintahan Prabowo - Gibran.

Menurut Direktur Puskepi Sofyano Zakaria salah satu elemen yang dinilai memiliki peran strategis dalam pemberantasan tuntas mafia migas adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Oleh karena itu dukungan politik DPR sangat dibutuhkan dalam memberantas mafia migas,” kata dia melalui sambungan telepon di Jakarta, Jumat (21/11).

Jika terdapat kecurigaan praktik mafia migas, tambahnya, DPR harus berani memberikan dukungan politik, melalui Komisi yang berkaitan dengan migas seperti Komisi VI dan XII, wakil rakyat harus aktif bersuara kepada pemerintah agar segera menangani dengan serius.

Ketika kasus belum dibuka, misalnya, dukungan adalah dalam bentuk terus bersuara hingga praktik mafia migas tersebut bisa dibongkar aparat penegak hukum (APH).

Sedangkan ketika kasus tersebut sudah dibongkar, lanjutnya, DPR pun harus terus bersuara, dalam hal ini harus mendesak agar hukuman mafia migas tersebut bisa maksimal, jangan sampai kasusnya didiamkan terus.

"Melalui dukungan politik tersebut, diharapkan pemberantasan mafia migas menjadi lebih efektif," ujar pengamat migas itu.

Sebelumnya, pembahasan mengenai upaya pemberantasan mafia migas mengemuka saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR dan Pertamina, Rabu (19/11). Salah satu indikasi mafia migas, adalah pengondisian agar impor terus dilakukan.

Dalam RDP tersebut, anggota Komisi VI DPR Mufti AN Anam bahkan meminta BUMN tersebut untuk berani melawan mafia migas, termasuk menyampaikan kepada DPR.

"Pak Simon (Direktur Utama Pertamina) jangan takut sama mafia. Kalau ada apa-apa, sampaikan kepada kami, Pak," kata Mufti.

  • mafia migas

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.