Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mencekam! Semeru Erupsi, Ratusan Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 21:02 WIB | Oleh:
Mencekam! Semeru Erupsi, Ratusan Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo Doc: ANTARA/HO-BPBD Lumajang
Ket. Luncuran awan panas akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11).

MALANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup seluruh jalur pendakian Gunung Semeru setelah status gunung tersebut naik hingga Level IV atau Awas pada Rabu.

Penutupan diberlakukan menyusul peningkatan aktivitas vulkanik dan rekomendasi PVMBG, sementara 178 pendaki masih bertahan di Ranu Kumbolo menunggu evakuasi.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan penutupan jalir pendakian ini dikarenakan adanya peningkatan status Gunung Semeru, dari level II (Waspada) ke level III (Siaga) dan kini menjadi level IV (Awas).

"Sehubungan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tentang tingkat aktivitas Gunung Semeru dari level II ke III dan level IV, maka kegiatan pendakian Gunung Semeru dinyatakan ditutup," kata Rudi.

Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru tertuang di dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan oleh Balai Besar TNBTS per hari ini, dengan Nomor: PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025 tentang Penutupan Pendakian Gunung Semeru.

Penutupan itu juga mempertimbangkan rekomendasi bahaya radius dari PVMBG, yaitu delapan kilometer dari puncak dan sektoral 20 kilometer ke arah selatan-tenggara.

Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru dilakukan sampai kondisi di kawasan tersebut benar-benar dinyatakan aman untuk aktivitas pendakian.

Rudi menyatakan bagi setiap pendaki yang sudah terlanjur membeli tiket pendakian ke gunung itu secara daring, melalui situs resmi bromotenggersemeru.id bisa melakukan penjadwalan ulang.

"Kami berharap ini bisa menjadi perhatian bagi para calon pendaki, masyarakat, dan pecinta alam untuk mematuhi rekomendasi zona bahaya dari PVMBG," ujar dia.

Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan kondisi di Ranu Kumbolo masih kondusif karena posisinya berada di sisi utara, sedangkan awan panas terpantau bergerak ke tenggara-selatan.

"Oleh karena itu, para pengunjung tetap bermalam di lokasi, mengingat perjalanan kembali ke Ranupani cukup berisiko karena sudah malam dan cuaca di kawasan tersebut sedang hujan," ucapnya.

Pihaknya memastikan bahwa seluruh pendaki yang masih berada di Ranu Kumbolo akan melakukan perjalanan turun menuju Ranipani, pada Kamis (20/11/2025) pukul 08.00 WIB.

"Kami terus berkoordinasi dengan para pemandu dari pendamping pendakian Gunung Semeru terdaftar (PPGST) dan hingga saat ini kondisi pengunjung masih aman serta terkendali," ujarnya.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani menyebutkan pendaki yang berada di Ranu Kumbolo berjumlah 178 orang, terdiri atas 137 pendaki, satu petugas, dua saver, tujuh PPGST, 15 porter, enam orang dari Kementerian Pariwisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

47 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.