Bau Gas Menyengat, Rumah Jadi Panas, Warga di Cugenang Mengungsi
Selasa, 18 Nov 2025, 16:14 WIBCianjur -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menunggu hasil pemeriksaan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memastikan penyebab bau gas dan hawa panas dari lantai rumah warga Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Selasa, mengatakan pihaknya sudah mendatangi rumah warga di Kampung Cijedil yang dilaporkan keluar bau gas dan lantainya panas serta meminta pemilik mengungsi sementara.
"Pemilik beserta keluarganya sudah mengungsi ke rumah saudaranya, guna menghindari hal yang tidak diinginkan sambil menunggu kepastian dari PVMBG yang sudah kita layangkan surat guna dilakukan pemeriksaan," katanya.
Surat yang dilayangkan ke Kementerian ESDM melalui PVMBG agar segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait fenomena yang muncul di rumah warga, yang dipastikan hanya satu rumah yang mengeluarkan bau gas dan lantai mengeluarkan hawa panas.
"Harapan kami dapat segera dilakukan pemeriksaan, sehingga berbagai langkah akan dilakukan setelah hasilnya keluar. Saat ini kami belum bisa memastikan penyebabnya," kata Asep Sudrajat.
Sementara pemilik rumah Sadad (46) mengatakan sebelum mencium bau gas dan lantai rumah mengeluarkan hawa panas sempat mendengar beberapa kali suara dentuman kecil, bahkan hawa panas menyengat ke bagian tubuh, terutama pada wajah, saat berada di teras rumah.
Dia sempat curiga hal tersebut akibat tabung gas, namun tidak ditemukan, termasuk memeriksa jaringan listrik bersama petugas PLN, namun tidak ada kesalahan pada sambungan listrik di dalam atau di bagian langit-langit rumah, namun bau gas terus menyengat dan hawa panas semakin tinggi.
"Saya coba mengukur tingkat kepanasan lantai teras rumah yang mencapai 50 derajat, sehingga saya memilih mengungsikan anggota keluarga ke rumah saudara, terlebih bau gas semakin menyengat. Ini sudah terjadi sejak tiga hari terakhir," katanya.
Dia berharap penelitian dapat dilakukan guna memastikan fenomena yang membuat resah warga sekitar, terutama warga yang rumahnya berdekatan namun tidak merasakan bau gas atau lantai rumah yang panas.
"Harapan saya dapat segera dipastikan penyebabnya agar kami tidak lagi mengungsi, karena setiap pulang ke rumah hawa panas semakin tinggi dan bau gas semakin menyengat, ditambah warga sekitar juga resah," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Puncak Bogor Ditata Besar-besaran, Pemerintah Prioritaskan Destinasi Wisata Nasional
-
DPKP Kalsel Perkuat Pengendalian Hama untuk Jaga Produksi Padi
-
McLaren Awali Musim F1 2026 dengan Pendekatan Bertahan, Stella Akui Ferrari dan Mercedes Unggul
-
ILO dan Pemerintah Kota Banda Aceh Jalin Kolaborasi untuk Perkuat UMKM dan Dukung Program Kota Parfum
-
Kementan Siapkan Jurus Jitu Lawan Kemarau 2026: Petani Tak Perlu Panik, Pompanisasi dan Pupuk Aman
-
Penanganan Kepadatan Logistik Jadi Fokus di Pelabuhan Ketapang
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa (21/4) Jakarta Bakal Dilanda Hujan Siang dan Malam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.