Operasi Zebra 2025 Digelar Lagi hingga 30 November, Korlantas Utamakan Keselamatan Pejalan Kaki

Senin, 17 Nov 2025, 08:58 WIB

JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali menggelar Operasi Zebra 2025 pada 17–30 November 2025. Fokus utama pada peningkatan keselamatan seluruh pengguna jalan, khususnya pejalan kaki.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho pada Sabtu (15/11) menyampaikan, perlindungan terhadap kelompok paling rentan ini menjadi bagian penting dari strategi nasional keselamatan lalu lintas.

Ket. Foto: Polwan membantu menyeberangkan anak-anak sekolah. — Sumber: Korlantas

Ia menilai keselamatan pejalan kaki harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan lalu lintas. Menurutnya, posisi mereka yang rentan saat beraktivitas di ruang jalan harus mendapat perhatian khusus agar menjamin keselamatan.

“Pejalan kaki adalah simbol kemanusiaan di jalan raya. Mereka yang paling lemah harus dilindungi, bukan disingkirkan,” ujar Irjen Pol Agus, dilansir dari laman resmi Korlantas Polri, Senin (17/11).

Kebijakan yang ditekankan dalam Operasi Zebra kali ini sejalan dengan prinsip Vision Zero, yang menolak segala bentuk toleransi terhadap korban jiwa di jalan raya. Selain itu, pendekatan Hierarchy of Road Users, yang menempatkan pejalan kaki sebagai pihak dengan prioritas keselamatan tertinggi menjadi pijakan Korlantas dalam memperkuat sistem keselamatan berbasis manusia.

Sementara pengamat kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung menilai, langkah Polri yang menekankan keselamatan lalu lintas serta perlindungan pejalan kaki sejalan dengan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang humanis.

“Publik berharap Operasi Zebra 2025 dapat meningkatkan dan mengembalikan tren kepercayaan publik terhadap Polri. Survei Litbang Kompas Oktober 2025 mencatat tingkat kepercayaan masyarakat telah mencapai 76,2 persen, setelah sempat menurun akibat kerusuhan besar akhir Agustus lalu,” ujat Nasky, Minggu (16/11).

Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah penindakan, tetapi juga dari bagaimana Polri membangun komunikasi publik dan sinergi dengan masyarakat.

“Operasi Zebra bukan hanya penegakan hukum, tapi juga harus dibarengi strategi komunikasi yang baik untuk memperkuat citra positif Polri,” tambahnya.

Nasky menilai komitmen Kakorlantas Polri dalam operasi kali ini mencerminkan nilai moral dan kemanusiaan dalam penegakan hukum.

“Langkah Kakorlantas Polri adalah simbol kepemimpinan yang menjunjung tinggi moral, rasa keadilan, dan perlindungan bagi seluruh pengguna jalan. Operasi Zebra bukan hanya soal supremasi hukum, tetapi juga kemanusiaan dan keselamatan,” tegasnya.

Operasi Zebra 2025 digelar secara serentak di seluruh Indonesia dengan fokus pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan serta pengamanan fasilitas bagi pejalan kaki sebagai pengguna jalan yang paling rentan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.