NBA Resmi Kaji Ekspansi: Liga Pertimbangkan Tambah Tim dan Buka Peluang di Eropa

Kamis, 17 Jul 2025, 07:20 WIB

LOS ANGELES, AMERIKA SERIKAT – NBA memasuki babak baru dalam sejarah. Dewan Gubernur NBA secara resmi memberi mandat kepada kantor liga untuk melakukan kajian mendalam terkait potensi ekspansi jumlah tim dari yang saat ini berjumlah 30. Meski demikian, Komisioner Adam Silver menegaskan bahwa proses ini baru tahap awal tanpa tenggat waktu yang pasti.

Dalam pertemuan pemilik klub NBA di Las Vegas,Rabu (16/7) waktu setempat, pembahasan ekspansi untuk pertama kalinya dibahas secara formal. Namun, keputusan yang diambil masih terbatas pada permintaan analisis lebih lanjut, tanpa perdebatan atau pengambilan suara dari para pemilik.

Ket. Foto: Komisioner NBA Adam Silver — Sumber: AFP

“Ini langkah penting karena kami kini benar-benar memulai analisis mendalam,” ujar Silver. “Namun, ini baru hari pertama dari proses yang kompleks. Kami belum bisa bicara soal nilai, waktu, atau kota mana yang akan terlibat.”

Silver menjelaskan bahwa persoalan ekspansi mencakup banyak aspek ekonomi dan non-ekonomi. Isu seperti kualitas kompetisi, persebaran talenta, serta bagaimana tim-tim baru akan dibentuk menjadi perhatian utama. Di sisi lain, valuasi klub baru juga memerlukan kalkulasi akurat agar tidak merugikan pemilik yang sudah ada.

“Kalau kami melakukan ekspansi lima tahun lalu, mungkin kami menetapkan harga yang terlalu rendah,” kata Silver. “Setiap penambahan tim berarti porsi ekonomi yang ada harus dibagi lebih banyak. Itu sebabnya semuanya harus dianalisis secara hati-hati.”

Kajian ini akan dikendalikan oleh Komite Keuangan NBA, dibantu oleh Komite Audit dan Strategi yang terdiri dari sekitar separuh pemilik klub. Silver memastikan bahwa orang-orang kunci di liga terlibat langsung dalam proses ini.

Namun, kabar ini belum memberi kepastian bagi kota-kota seperti Seattle dan Las Vegas, yang selama ini disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk mendapatkan tim NBA. “Minat yang muncul lebih ke arah rasa ingin tahu, bukan dukungan atau penolakan,” kata Silver. “Belum ada voting, belum ada pengambilan sikap.”

Tak hanya menyoroti ekspansi domestik, Silver juga membuka kemungkinan lain: pendirian liga independen NBA di Eropa. Meski bersifat terpisah, rencana ini tetap berkaitan erat dengan pembentukan tim-tim baru di luar pasar Amerika Utara.

“Ada peluang ekspansi dalam bentuk lain, yakni di Eropa,” jelas Silver. “Kami sedang mempertimbangkan pendirian liga independen yang didukung NBA dan beroperasi di benua Eropa.”

Meski demikian, Silver menegaskan bahwa sebelum melangkah lebih jauh, liga harus menyelesaikan persoalan lain terlebih dahulu, terutama menurunnya jumlah penonton di siaran lokal dan regional.

“Kami akan melakukan kesalahan besar jika tidak menyelesaikan masalah penyiaran lokal sebelum melakukan ekspansi,” tegasnya.

Dengan harga jual klub NBA yang terus mencetak rekor dan daya tarik global liga yang kian besar, wacana ekspansi bukan sekadar peluang bisnis, tetapi juga bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang NBA. Namun seperti ditegaskan Silver, semuanya harus dilakukan secara hati-hati dan tanpa terburu-buru.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.