Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Punya Kekuatan Baru! Durian Lokal Siap Dominasi Perdagangan Global

📅 Senin, 17 Nov 2025, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Punya Kekuatan Baru! Durian Lokal Siap Dominasi Perdagangan Global Doc: ANTARA FOTO/ Basri Marzuki
Ket. Ilustrasi - Pedagang durian menunggu pembeli di salah satu ruas jalan di Palu, Sulawesi Tengah.

PALU – Durian Indonesia mulai menunjukkan posisinya sebagai kekuatan baru dalam industri global berkat peningkatan produksi, kekayaan varietas lokal, serta kualitas yang semakin diakui pasar internasional.

Permintaan ekspor yang tumbuh—terutama dari Asia Timur—menjadi bukti bahwa durian nasional mampu bersaing dengan pemain dominan seperti Thailand dan Malaysia.

Peningkatan standar budidaya, efisiensi rantai pasok, dan ekspansi pasar membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat pangsa global.

Namun, untuk mempertahankan momentum, diperlukan konsistensi dalam pemenuhan standar mutu, sertifikasi, serta investasi pada logistik berpendingin agar produk lebih kompetitif di pasar premium.

Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) mengatakan komoditas durian Indonesia mulai muncul sebagai kekuatan baru dalam industri durian global, seiring meningkatnya permintaan dunia dan penguatan kerja sama internasional di sektor tersebut.

"Indonesia dan General Administration of Customs of China (GACC) telah menandatangani protokol ekspor durian Beku pada 25 Mei 2025. Hingga kini delapan perusahaan dinyatakan lolos verifikasi untuk mengekspor durian beku ke Tiongkok," kata Sekretaris Jenderal Apdurin Aditya Pradewo melalui keterangan resminya yang diterima di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (17/11).

Ia mengemukakan, dalam forum Internasional untuk inovasi dan pengembangan durian yang digelar bersamaan dengan China International Import Expo (CIIE) ke-8 di National Exhibition and Convention Center di Shanghai pada 10 November 2025 memberikan jaminan peluang pasar bagi komoditas durian Indonesia di industri global.

Keterlibatan pihaknya dalam skema itu bertujuan membawa durian Indonesia ke pasar internasional, untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

"Terbukanya pasar ekspor Tiongkok berkat kolaborasi lintas lembaga, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Karantina Indonesia, dan Badan Pangan Indonesia serta dukungan perwakilan RI di Tiongkok," ujarnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi durian nasional sebanyak 1,96 juta ton tahun 2024, produksi itu tertinggi lima tahun terakhir.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki sejumlah sentra durian yakni Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Menurut data BRIN terdapat 21 spesies dari 27 spesies durian dunia ada di Indonesia.

Ia menyebut permintaan durian global terus mengalami peningkatan, terutama di Tiongkok dan negara-negara ASEAN, dengan keragaman varietas serta kualitas yang khas, Indonesia dinilai siap menjadi pemasok berkelanjutan bagi pasar premium.

Menurut data, Indonesia telah mengirim 600 ton durian beku ke pasar Thailand dan Hongkong tahun 2024.

“Durian bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga simbol internasionalisasi dan pertumbuhan berkualitas tinggi sektor pertanian Indonesia,” tutur Aditya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.