Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBPOM Temukan Enam Produk Berbahaya di Pasar Kreneng

📅 Senin, 17 Nov 2025, 11:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
BBPOM Temukan Enam Produk Berbahaya di Pasar Kreneng Doc: ANTARA
Ket. Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni tunjukan hasil uji terasi lombok mengandung rhodamin B di Pasar Kreneng jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Denpasar, Senin, 17/11/2025.

DENPASAR – Balai Besar POM (BBPOM) menemukan enam produk makanan mengandung bahan berbahaya menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan di Pasar Kreneng, Denpasar, Bali.

“Ada enam yang tidak memenuhi syarat, total 27 persen positif, tiga positif formalin dan tiga positif rhodamin B,” ucap Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Senin (17/11).

Ayu Adhi terlebih dahulu menjelaskan pihaknya sejak pagi menyusuri Pasar Kreneng dan memilih 22 sampel produk yang belakangan sedang banyak dibeli masyarakat Denpasar untuk keperluan Hari Raya Galungan dan Kuningan, sekaligus produk-produk ini mewakili empat jenis kandungan berbahaya.

Dari 22 sampel ini, ada 10 produk seperti terasi lombok, jajan kukus, jaja begina, arum manis, biji pink daluman, dan ragam jajan Bali untuk keperluan upakara diambil untuk menguji rhodamin B atau pewarna tekstil merah.

Kemudian ada delapan produk seperti cumi, teri medan, dan sudang lepet untuk menguji formalin, dan sisanya krupuk untuk menguji boraks, serta roti kukus untuk menguji metanil yellow.

Sampel-sampel ini dipilih atas kecurigaan tim BBPOM melihat tampilan kondisi produk dan kemasannya, kemudian benar bahwa terdapat enam produk berbahaya.

Ayu Adhi menjelaskan tiga diantaranya mengandung formalin dengan jenis produk teri medan, cumi kering, dan cumi basah, dengan kandungan formalin 13,5 persen. 

Sementara tiga produk temuan lainnya mengandung pewarna tekstil rhodamin B dengan kondisi saat pengujian cairan putih di tabung reaksi menghasilkan lingkaran cincin pink di ujung permukaan.

“Yang positif rhodamin B itu ada tiga, jadi ada terasi lombok dan terasinya ini juga tanpa izin edar, tiga-tiganya terasi yang kita cek positif 13,5 persen, di atasnya ada cincin pink, kalau tidak mengandung tidak ada cincin” ujarnya.

Terhadap temuan ini, Kepala BBPOM di Denpasar mengatakan akan meminta pedagang yang menjual menghentikan penjualannya dan mengembalikan ke penyedia sekaligus menyusuri lokasi awal produksi.

BBPOM memutuskan tidak menyita enam produk mengandung formalin dan pewarna tekstil itu, melainkan cukup pembinaan dan mempersilakan pedagang mengembalikan produk ke penyedia agar modal mereka tidak hangus.

Kepada masyarakat Bali, Ayu Adhi mengimbau agar teliti membeli produk apalagi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, di mana besar potensi produsen atau pedagang nakal menjual produk berbahaya dan kedaluwarsa.

“Kalau Galungan justru yang jajan-jajan untuk sajen ini selalu cek juga higienisnya, bagaimana kondisi lingkungannya agar bersih, kalau cemaran kimia yang warna-warna mencolok ini, juga jangan lupa cek KLIK yaitu kemasan, label, izin, dan kedaluwarsanya,” ujar Ayu Adhi.

Beruntung pada momentum ini tim BBPOM tidak menemukan kandungan berbahaya pada produk jajan upakara yang wajib ada saat hari raya, sehingga yang masih harus menjadi perhatian adalah produk yang kemungkinan tidak diproduksi di dalam Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.