Wagub Jatim Emil Dardak Lega Akhirnya Persyaratan Foto Gelar Pahlwan KH Syaikhona Kholil Teratasi
Minggu, 16 Nov 2025, 13:27 WIBSURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengaku lega dan bersyukur setelah ulama besar, Syaikhona Kholil dari Bangkalan, Madura, akhirnya resmi menerima gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025. Sebelumnya, pemberian gelar pada sosok yang diakui sebagai ahli fikih-tasawuf, perjuangan, dan dedikasi dalam membangkitkan semangat kebangsaan tersebut tertunda sejak diusulkan pada tahun 2021 karena syarat admimistratif foto yang belum ada.Â
"Kita bersyukur bahwa akhirnya salah satu titik krusial yaitu penentuan gambar dari Syaikhona Kholil akhirnya bisa disepakati dengan sketsa hitam putih," ujar Emil usai tasyakuran penganugerahan gelar pahlawan nasional KH Syaikhona Muhammad Kholil di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (15/11) malam.Â
Sebelumnya pihak keluarga belum memberikan izin publisitas KH Syaikhona Muhammad Kholil karena alasan perlunya menjaga nilai-nilai rendah hati bagi yang bersangkutan. Namun setelah Presiden Prabowo mendorong untuk pengesahan gelar dilakukan terlebih dahulu tanpa menunggu ada foto, maka disepakati penggunaan sketsa hitam putih untuk mewakili sosok KH Syaikhona Muhammad Kholil.Â
"Kyai Maki (pihak kekuarga) menyampaikan bahwa keluarga berharap berhenti di sketsa hitam putih itu dan jangan dikreasikan lebih sebagai penghormatan bagi Kyai Syaikhona Kholil."
Dalam sambutan pada acara tasyakuran, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa ia ernah beberapa kali diajak diskusi oleh Presiden Jokowi terkait anugerah pahlawan nasional untuk KH Syaikhona Muhammad Kholil yang belum sempat diwujudkan karena tidak punya foto.Â
"Padahal semua persyaratan sudah terpenuhi. Tapi Pak Presiden Probowo bilang, tidak ada foto tidak apa-apa, yang penting gelar pahlawan nasional dulu, sketsa juga boleh,â ujarnya, menirukan ucapan Presiden Prabowo Subianto.
Pemberian gelar pahlawan nasional untuk KH Syaikhona Muhammad Kholil bersamaan diberikan untuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan tokoh buruh Marsinah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025 lalu saat peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara Jakarta.Â
Santri-santri binaan Syaikhona Kholil hampir seluruhnya menjadi pejuang. Di antaranya adalah KH Hasyim Asyâari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syamsuri.
Usia Syaikhona Kholil sendiri mencapai sekitar 105 tahun. Ia wafat pada 1925 dan dimakamkan di Bangkalan, Madura.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bantuan Subsidi Upah Cair untuk 4.878 Warga Pamekasan
-
Alcaraz Atasi Cedera dan Hujan, Menang di Laga Perdana Japan Open
-
Survei: Mayoritas Warga Jatim Puas dengan Kinerja Khofifah-Emil Terutama di Sektor Pangan
-
Panen Raya Serentak di Ngawi, Plt. Gubernur Emil Tegaskan Jatim Menargetkan Luas tanam Jagung Capai 1,32 Juta Ha
-
Khofifah Siapkan 30 Ribu Beasiswa untuk Anak Buruh di Jatim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.