Russia Klaim Kuasai Dua Permukiman Baru di Zaporizhzhia, Ukraina Balas Gempur Kilang Minyak di Samara

Minggu, 16 Nov 2025, 19:00 WIB

JAKARTA - Russia kembali mengumumkan klaim terbaru mengenai kemajuan militernya di wilayah tenggara Ukraina dengan menyebut telah menguasai dua permukiman strategis di Zaporizhzhia. Klaim itu disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Russia pada Minggu yang menandai eskalasi baru di salah satu front paling aktif dalam perang yang telah berlangsung hampir dua tahun lebih tersebut.

Dalam pernyataannya, Moskow mengklaim pasukannya berhasil mengambil alih Rivnopillia, sebuah permukiman yang berlokasi sekitar 10 kilometer di utara kota Huliaipole. Wilayah itu merupakan garis depan yang sejak lama menjadi titik konflik karena posisinya yang dianggap strategis untuk manuver pasukan kedua belah pihak.

Ket. Foto: Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi serangan militer Russia di wilayah Sumy, Ukraina. — Sumber: TRT World

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa pasukan Russia telah menguasai Mala Tokmachka, desa yang terletak sekitar sembilan kilometer di timur kota Orikhiv. Orikhiv sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah pertahanan penting Ukraina yang beberapa kali menjadi sasaran serangan besar-besaran Russia sepanjang tahun ini.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut penguasaan dua permukiman itu sebagai hasil operasi ofensif yang dilakukan secara konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Mereka mengklaim pasukan Ukraina mundur setelah serangan artileri dan infanteri yang intens di kedua titik tersebut.

Sementara itu, Staf Umum Ukraina dalam laporan sebelumnya menyebut pasukan Russia melancarkan sedikitnya 12 serangan di garis depan Huliaipole dalam 24 jam terakhir. Selain itu, lima serangan tambahan ikut dilancarkan di sektor Orikhiv yang memperlihatkan meningkatnya agresivitas operasi Russia.

Ukraina menyatakan seluruh serangan tersebut berhasil digagalkan, namun tidak memberikan komentar langsung mengenai klaim Russia terkait penguasaan Rivnopillia maupun Mala Tokmachka. Ketiadaan tanggapan resmi dari pihak Kiev membuat situasi di lapangan masih sulit dikonfirmasi secara objektif.

Hingga saat ini, verifikasi independen atas klaim dari kedua belah pihak tetap menjadi tantangan besar karena akses menuju titik-titik pertempuran sangat terbatas. Media internasional dan organisasi pemantau juga tidak dapat memastikan keakuratan informasi akibat risiko keamanan serta pembatasan akses yang diberlakukan oleh kedua negara.

Di sisi lain, Ukraina melaporkan bahwa pasukannya kembali menyerang infrastruktur energi Russia dengan menyasar kilang minyak Novokuibyshevsk di wilayah Samara. Serangan ini diklaim sebagai bagian dari upaya melemahkan logistik dan kemampuan tempur Russia yang sangat bergantung pada pasokan bahan bakar.

Menurut Staf Umum Ukraina, ledakan dan kebakaran berhasil terekam di lokasi serangan yang terjadi pada hari yang sama. Mereka menyebut masih melakukan penilaian lebih lanjut terhadap tingkat kerusakan fasilitas energi strategis tersebut.

Serangan terhadap kilang minyak Russia dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan strategi Ukraina yang semakin menargetkan fasilitas penting jauh di dalam wilayah Russia. Tujuannya tidak hanya untuk mengganggu kemampuan militer Russia, tetapi juga memberikan tekanan psikologis dan ekonomi menjelang musim dingin.

Kilang minyak Novokuibyshevsk merupakan salah satu fasilitas penyulingan besar di kawasan Volga dan memiliki peran penting dalam produksi bahan bakar domestik Russia. Kerusakan pada fasilitas tersebut bisa berdampak pada rantai pasok energi yang lebih luas, meskipun Russia kerap mengklaim serangan-serangan drone Ukraina hanya menimbulkan dampak kecil.

Konflik antara Russia dan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir kembali menunjukkan intensitas tinggi, terutama di front selatan yang mencakup wilayah Zaporizhzhia. Perebutan permukiman kecil namun strategis sering kali menjadi indikator manuver taktis kedua pihak yang mencari keuntungan posisi sebelum memasuki musim dingin.

Situasi di lapangan diperkirakan terus berubah cepat karena baik Rusia maupun Ukraina tengah berupaya menjaga ritme serangan untuk memperoleh posisi tawar lebih tinggi dalam konflik jangka panjang ini. Ketiadaan konfirmasi independen membuat klaim kedua belah pihak tetap perlu dicermati secara hati-hati.

Dengan meningkatnya laporan serangan dan klaim perebutan wilayah, konflik di Zaporizhzhia tampaknya akan terus menjadi salah satu pusat utama pertempuran. Sementara itu, serangan balik Ukraina ke dalam wilayah Rusia menunjukkan bahwa eskalasi perang belum memperlihatkan tanda-tanda mereda.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.