Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Sekolah Rakyat di Mataram NTM Kesulitan Cari Lahan

2 Minggu, 16 Nov 2025, 16:27 WIB | Oleh:
Program Sekolah Rakyat di Mataram NTM Kesulitan Cari Lahan Program Sekolah Rakyat di Mataram NTM Kesulitan Cari Lahan Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Aktivitas anak-anak di salah satu sekolah di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Mataram Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat terkendala dalam melaksanakan program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah karena terkendala lahan.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan di Mataram, Minggu, mengatakan, kondisi itu terjadi karena Kota Mataram tidak memiliki lahan sesuai persyaratan, yakni memiliki luas sekitar 6-10 hektare dalam satu kawasan.

"Mataram tidak punya lahan 6-10 hektare yang menjadi syarat utama pembangunan Sekolah Rakyat," katanya.

Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat bukan program wajib bagi pemerintah daerah. Tapi jika suatu daerah memenuhi semua persyaratan, maka daerah tersebut berkewajiban melaksanakannya.

"Daerah yang memenuhi syarat akan dilakukan uji kelayakan. Sementara uji kelayakan untuk Mataram belum bisa," katanya.

Namun demikian, lanjut Samsul, ketika ada pertemuan dengan Kementerian Sosial di tingkat Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kota Mataram menyusulkan pola berbeda.

Pola yang dimaksudkan antara lain menggunakan lahan dengan menggabungkan sekolah yang sudah ada, namun ternyata hal itu belum bisa juga karena Sekolah Rakyat harus dibangun di lahan baru.

Selain itu, karena keterbatasan lahan pemerintah kota juga mengusulkan agar lokasi sekolah dan asrama dipisah. Tapi usulan tersebut juga ditolak, sebab konsep Sekolah Rakyat mensyaratkan fasilitas pendidikan dan asrama berada dalam satu kawasan.

"Alasannya, karena Sekolah Rakyat harus menyiapkan berbagai fasilitas selain ruang kelas juga asrama, ruang olah raga, ruang praktik dan lainnya dalam satu kawasan," katanya.

Sementara opsi lain yang ditawarkan, lanjutnya, kemungkinan memanfaatkan bangunan yang sudah ada, sebagaimana yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Pemkab Lombok Timur yang menggunakan gedung bekas sekolah perawat.

"Akan tetapi syarat luas lahan tetap tidak bisa dipenuhi Kota Mataram, sebab rata-rata fasilitas yang ada di Mataram paling luas sekitar satu hektare," katanya.

Dengan kondisi itu, katanya, jika pemerintah kota harus melaksanakan program Sekolah Rakyat, maka salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah bekerja sama dengan Sekolah Rakyat Kementerian Sosial yang berada di Paramita, Lombok Barat.

Bangunan tersebut milik Kementerian Sosial dan saat ini hanya mampu menampung sekitar 50 siswa, sementara Lombok Barat sendiri sudah memiliki Sekolah Rakyat di wilayah Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.

Dari data yang dihimpun, menurut dia, minat anak-anak di Kota Mataram untuk masuk Sekolah Rakyat cukup besar. Apalagi seluruh fasilitas pendidikan di Sekolah Rakyat semua ditanggung pemerintah secara gratis.

Data calon siswa di Sekolah Rakyat sudah dikumpulkan berdasarkan kategori Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 4, dan jumlahnya mencapai ratusan orang.

"Kalau di data anak sekolah di desil 1-4, pasti ada yang mau dan jumlahnya bisa ratusan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Kebakaran Melanda TPA Degayu di Pekalongan

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kebakaran Melanda TPA Degay...
Luar Negeri
Demonstrasi di Prancis Beru...
Luar Negeri
Pemilu Israel Buntu! Kelomp...
Luar Negeri
Misi PBB di Sahara Barat Be...
Advertisement
Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.