Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

COP30 Desak Kerja Sama Selatan-Selatan untuk Majukan Tata Kelola Iklim

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 08:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
COP30 Desak Kerja Sama Selatan-Selatan untuk Majukan Tata Kelola Iklim Doc: Aprobi
Ket. Para peserta menghadiri acara COP30 di Belem, Brasil, 10 November 2025.

BELEM - Pada konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-30, atau COP30, yang sedang berlangsung, yang dibuka di Belem pada Senin (10/11), para pemimpin dan pakar menyerukan kerja sama Selatan-Selatan yang lebih kuat guna memajukan tata kelola iklim global.

"Kita berada di sini, di Belem, di muara Sungai Amazon," ujar Simon Stiell, sekretaris eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), seraya menekankan bahwa sebagaimana sungai tersebut dialiri dan diperkuat oleh lebih dari seribu anak sungai, proses COP harus didukung dengan cara yang sama, didukung oleh berbagai aliran kerja sama internasional.

"COP ini harus menjadi titik awal bagi satu dekade percepatan dan aksi nyata," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres dalam sidang pleno pembukaan KTT Aksi Iklim Para Pemimpin Dunia jelang konferensi tersebut, seraya menambahkan bahwa semua pihak dapat memilih untuk menjadikan Belem sebagai titik balik.

Guterres menyerukan adanya peta jalan yang jelas untuk menggalang 1,3 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp16.698) per tahun bagi negara-negara berkembang hingga 2035.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan dirinya berharap konferensi ini akan menghindari retorika kosong dan tetap berfokus pada pemenuhan komitmen iklim. Dia mengusulkan pembentukan mekanisme tata kelola dalam kerangka kerja PBB untuk memastikan implementasi yang efektif, termasuk menjajaki sanksi bagi negara-negara yang gagal memenuhi komitmen tersebut.

Sementara itu, ketidakhadiran para pejabat tinggi AS dalam pertemuan COP30 telah menuai kritik.

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan, AS yang secara historis merupakan penghasil emisi kumulatif terbesar, memikul tanggung jawab besar atas krisis iklim, namun memilih untuk tidak menjalankan peran yang diharapkan pada saat-saat genting seperti saat ini.

Samuel Spellmann, ekonom politik di Universitas Federal Para, mengatakan kepada Xinhua bahwa sikap AS tidak hanya mencerminkan pilihannya untuk menghindari tanggung jawab, melainkan juga upaya untuk menghalangi kemajuan iklim global.

"Kurangnya langkah nyata dari negara-negara maju justru mendorong negara-negara Global South untuk mempercepat transisi energi yang mandiri dan beragam, sekaligus mencari solusi pembiayaan iklim sendiri," ujar Fernando Romero Wimer, profesor hubungan internasional di Universitas Federal Brasil untuk Integrasi Amerika Latin.

Kerja sama Selatan-Selatan akan menjadi sorotan utama COP30. Sebagai tuan rumah, Brasil telah mengundang banyak negara untuk bergabung dalam melindungi hutan hujan Amazon. Lula juga mengatakan bahwa di wilayah-wilayah miskin di Amerika Latin dan Afrika, upaya kolaboratif untuk mengembangkan energi terbarukan dapat menciptakan lapangan kerja dan manfaat ekonomi sekaligus mengatasi perubahan iklim

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Teknologi Semakin Jadi Andalan Penataan Kota Jakarta

29 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Teknologi Semakin Jadi Anda...
Nasional
Korupsi di Pelayanan Publik...

OJK dan Pimpinan DPR Bahas Penguatan Pasar Modal

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
OJK dan Pimpinan DPR Bahas ...

Proses Pengosongan Kawasan Eks Hotel Sultan

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Proses Pengosongan Kawasan ...

LPS Jalin Kerjasama Dengan Kerjaksaan Agung

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
LPS Jalin Kerjasama Dengan ...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.