Turki Tangkap Delapan Orang, Selidiki 1.024 Pesepak Bola dalam Skandal Judi

Rabu, 12 Nov 2025, 09:06 WIB

ANKARA – Otoritas Turki pada hari Selasa (11/11) resmi menahan delapan orang, termasuk seorang ketua klub kasta tertinggi, dalam penyelidikan dugaan praktik taruhan pertandingan sepak bola yang mengguncang struktur kompetisi nasional. Federasi Sepak Bola Turki (TFF) juga telah menskors 1.024 pemain dari berbagai divisi sambil menunggu proses disiplin lanjutan, dalam salah satu skandal terbesar yang pernah menghantam sepak bola negara tersebut.

Langkah ini menyusul keputusan TFF awal bulan ini yang menangguhkan 149 wasit dan asisten wasit setelah investigasi menemukan bahwa sejumlah perangkat pertandingan di liga profesional aktif bertaruh pada pertandingan sepak bola.

Ket. Foto: Ilustrasi kantor federasi sepakbola Turki. — Sumber: AFP

Media pemerintah Anadolu menyebut pengadilan telah memerintahkan penahanan Ketua Eyupspor, Murat Ozkaya, bersama tujuh orang lainnya. Pihak Eyupspor sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi.

Dalam pernyataan resminya, TFF menyebut 1.024 pemain dari seluruh level kompetisi telah dirujuk ke Dewan Disiplin Sepak Bola Profesional (PFDK). Di antara mereka terdapat 27 pemain dari Super Lig, termasuk pemain dari juara bertahan Galatasaray dan rival Istanbul, Besiktas, yang semuanya otomatis dikenai skorsing sementara.

TFF menegaskan bahwa penangguhan masif tersebut berpotensi memengaruhi komposisi skuat klub, sehingga federasi telah segera membuka komunikasi dengan FIFA untuk meminta penambahan periode transfer dan pendaftaran pemain selama 15 hari, khusus berlaku di tingkat nasional, guna mengisi kekosongan skuat pada bursa transfer musim dingin 2025-2026.

Selain itu, pertandingan di liga tingkat kedua dan ketiga akan dihentikan selama dua pekan, sementara media lokal melaporkan bahwa Komite Eksekutif TFF akan menggelar rapat luar biasa pada hariSelasa untuk membahas dampak lanjutan skandal tersebut.

FIFA belum memberikan komentar terkait penyelidikan maupun permintaan perpanjangan jendela transfer itu.

Presiden TFF, Ibrahim Haciosmanoglu, menyebut kasus ini sebagai “krisis moral” dalam sepak bola Turki. Hasil penyelidikan internal mengungkap bahwa 371 dari 571 wasit aktif di liga profesional memiliki akun judi daring, dan 152 di antaranya terbukti melakukan taruhan secara aktif. Seorang wasit bahkan tercatat memasang taruhan sebanyak 18.227 kali, sementara 42 lainnya diketahui bertaruh lebih dari 1.000 pertandingan sepak bola.

Skandal yang merangsek dari ruang ganti ke ruang wasit ini kini memicu gelombang kejut di seluruh lapisan kompetisi, memunculkan pertanyaan besar mengenai integritas pertandingan dan budaya profesional di sepak bola Turki. Pemulihan kepercayaan publik menjadi pekerjaan berat yang menanti federasi di bulan-bulan mendatang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.