Korban Terus Bertambah, Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Jadi yang Terburuk dalam Sejarah

Kamis, 18 Jun 2026, 11:30 WIB

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) mengatakan, wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) berpotensi menjadi lebih mematikan daripada wabah terburuk yang pernah tercatat, yang menewaskan lebih dari 11.000 orang.

Jumlah kasus terkonfirmasi di negara itu telah meningkat menjadi 837, termasuk 196 kasus kematian, menurut data pemerintah pada hari Selasa (16/6).

Ket. Foto: Jumlah kasus terkonfirmasi di negara itu telah meningkat menjadi 837, termasuk 196 kasus kematian, menurut data pemerintah pada hari Selasa (16/6). — Sumber: Al Jazeera

“Jika kita tidak segera menghentikan wabah ini, situasinya akan lebih buruk daripada yang terjadi di Afrika Barat dan DRC bagian timur,” kata Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, dalam pertemuan virtual para pemimpin Afrika dan donor internasional di Burundi yang diikutip Al Jazeera, Selasa.

Kaseya mengatakan puluhan ribu orang yang mungkin terpapar Ebola belum dilacak atau dihubungi.

“Pelacakan kontak adalah indikator utama dan masalah besar. Kita kehilangan lebih dari 26.000 orang, dan kita tidak tahu di mana mereka berada, dan kita tidak tahu apakah mereka menulari orang lain,” katanya kepada Al Jazeera.

Seorang pejabat Palang Merah mengatakan epidemi tersebut belum mencapai puncaknya di negara itu.

“Kami khawatir ini bisa memakan waktu satu tahun untuk mengakhiri penyakit ini,” kata Bruno Michon, manajer operasional Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Upaya penanganan terhambat oleh kurangnya pusat perawatan dan penolakan masyarakat terhadap langkah-langkah kebersihan yang ketat. Para pejabat kesehatan mengatakan bahwa, lebih dari sebulan sejak wabah dinyatakan, skala sebenarnya masih belum diketahui.

Jenazah korban Ebola sangat menular setelah kematian, dan penguburan tradisional yang tidak aman – di mana anggota keluarga menangani jenazah tanpa peralatan pelindung yang memadai – merupakan pemicu utama penularan.

Sejauh ini, benua Afrika baru mengumpulkan kurang dari seperlima dari 518 juta dollar AS yang dibutuhkan untuk memperkuat langkah-langkah penanganan wabah, menurut Presiden Burundi Evariste Ndayishimiye, yang juga menjabat sebagai ketua Uni Afrika.

Kekurangan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pihak berwenang, yang takut konsekuensinya bisa sangat buruk jika virus tersebut tidak segera dikendalikan.

Belum ada pengobatan atau vaksin yang disetujui untuk strain Ebola ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dibutuhkan waktu hingga sembilan bulan agar vaksin siap digunakan.

Negara tetangga, Uganda, telah mencatat 19 kasus, 14 di antaranya terjadi di antara orang-orang yang telah melakukan perjalanan dari DRC. Negara itu juga melaporkan dua kasus kematian.

  • wabah ebola

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Avtur Melandai, Tiket Pesawat Maskapai Jepang Resmi Turun

Bikin Bangga Indonesia! Menteri Jerman Puji Toleransi Istiqlal dan Katedral

Gak Takut Kesepian, Gen Z Punya Teman Baru Bernama 'AI'

Polres Sumedang Tancap Gas, Produksi Bawang Putih Ditargetkan Capai 7 Ton

Cegah Sekolah Ambruk, DPRD DKI Desak Disdik Audit Bangunan Rusak

Pascagempa Flores, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Lewat FT Labuan Bajo

Gubernur Pramono Hadiri Pelantikan IKAMA, Janjikan Ambulans di 5 Wilayah Jakarta

HUT RI ke-81, Tambah Daya Listrik Diskon 50 Persen, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

AI Bukan Pengganti Otak, Rektor UT Dorong Mahasiswa Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

Uji Coba PSIM Tak Mengejar Hasil, tapi Memantapkan Skuad

Sumsel Genjot Breeding Sapi, Dukung Target Swasembada Daging Nasional

Wagub Rano Karno Buka JFCF 2026, Dorong Transformasi dan Inovasi Digital Jakarta

Aturan Baru Ojol Segera Terbit, Pemerintah Fokus Lindungi Pengemudi dan Kurir

Jonatan Christie Masih Selamat dari Adangan Pemain Singapura

Jelang Maulid Nabi, 4 Bahan Pokok Ini Jadi Buruan Warga Mataram di Pasar Murah

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Palu Pasang Ratusan Rambu Evakuasi

Pembangunan Sekolah Rusak di Jakarta Mulai September 2026

Polri Raih Rekor MURI Tanam Bawang Putih Serentak di Lahan Terluas

Kebakaran di Jalan Pisangan Baru Tengah, Matraman, Jakarta Timur Anguskan Tiga Rumah

Pemprov Gorontalo Lakukan Efisiensi Belanja dan Prioritas Program Berdampak Langsung ke Masyarakat untuk Jaga Kemandirian Fiskal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.