Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelatihan Petani Muda untuk Mengembangkan Pertanian Organik dan Mandiri di Kuningan

📅 Rabu, 12 Nov 2025, 23:40 WIB | Oleh:
Pelatihan Petani Muda untuk Mengembangkan Pertanian Organik dan Mandiri di Kuningan Doc: Antara
Ket. Suasana pelaksanaan program magang untuk petani muda di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (12/11/2025).

Kuningan - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melatih tiga puluhan petani muda untuk mengembangkan pertanian organik dan mandiri dalam rangka meningkatkan produktivitas komoditas unggulan di daerah tersebut.

“Program magang usaha tani bagi regenerasi petani ini berlangsung mulai 6 November hingga 31 Desember 2025 di Cigugur,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Rabu.

Ia mengatakan program yang diikuti 32 peserta dari 13 kecamatan itu merupakan kolaborasi daerah dengan pemerintah pusat untuk memperkuat regenerasi petani muda dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan agribisnis.

Menurut dia, pelatihan tersebut dirancang agar peserta memahami praktik pertanian modern tanpa meninggalkan kearifan lokal, serta berani berinovasi menghadapi perubahan iklim dan ketergantungan pada pupuk kimia.

Wahyu menjelaskan Diskatan Kuningan telah melakukan uji coba pupuk organik cair (POC) pada 16 demplot sawah, yang hasilnya mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

Hasilnya, kata dia, produktivitas naik dari 6 ton menjadi 10-12 ton per hektare dengan biaya operasional yang jauh lebih murah.

“Kami sudah melakukan demplot dengan mengurangi dosis pupuk kimia hingga 50 persen dan menambahkan POC,” ujarnya.

Ia mengajak para petani memanfaatkan sumber daya alam sekitar untuk membuat pupuk organik dan pengendali hama alami, guna mendorong kemandirian usaha tani di tingkat lokal.

“Masa depan pertanian Kuningan, terletak pada kemampuan petani berpihak pada alam dan menggali kebijaksanaan lokal,” tuturnya.

Pemilik Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lembah Kemuning Dani mengatakan program magang tersebut, berlangsung selama 45 hari dengan pembelajaran teori dan praktik.

Dia menyampaikan materi yang diajarkan meliputi analisis tanah, pembuatan kompos, pengendalian hama alami, serta pengelolaan lahan sehat berbasis organik

Pelatihan magang ini, kata dia, terintegrasi juga dengan peternakan sapi perah yang limbah kotorannya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pupuk.

“Kami memiliki 25 sapi perah. Peserta belajar mengolah kohe menjadi pupuk dan menyiapkan lahan organik untuk tanaman cabai, selada air, dan sayuran lainnya,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.