7 Bencana Alam Mengancam Masyarakat Kota Serang

Rabu, 12 Nov 2025, 03:05 WIB

SERANG – Warga Kota Serang, Banten, mesti waspada karena ada tujuh bencana yang siap menerkam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang minta warga senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat ibu kota Provinsi Banten tersebut masuk dalam kategori daerah rawan yang diintai tujuh potensi bencana. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, di Serang, Selasa, menegaskan bahwa kesiapsiagaan diperlukan karena bencana tidak dapat diprediksi kapan akan datang.

"Warga Kota Serang pun diminta senantiasa melakukan kesiapsiagaan," ujarnya. Dia memaparkan, tujuh potensi bencana yang mengintai Kota Serang meliputi banjir, kekeringan, angin puting beliung, gempa bumi, hingga kegagalan teknologi. Potensi bencana kegagalan teknologi, jelasnya, tetap harus diwaspadai meski Kota Serang tidak memiliki industri berat. Hal ini dikarenakan lokasinya yang berdekatan dengan Cilegon dan Kabupaten Serang.

Ket. Foto: bencana alam — Sumber: ist

“Walaupun tidak punya industri berat, tapi tetap harus waspada jika terjadi di tetangga sebelah. Karena pekerja industri di Cilegon, Kabupaten Serang rata-rata bermukim di Kota Serang,” ujarnya. Ia menjelaskan, beberapa faktor yang memicu potensi bencana tersebut di antaranya adalah saluran irigasi atau drainase yang tersumbat, tumpukan sampah yang menghambat laju air, serta korsleting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran.

Lebih lanjut, Diat menerangkan bahwa berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), Kota Serang saat ini masuk dalam kategori bencana sedang. "Syukurlah dua tahun lalu kita risiko bencananya tinggi, tapi seiring meningkatnya indeks ketahanan daerah, nilai IRBI kita turun dari tinggi ke sedang," jelasnya. Meski demikian, penurunan status risiko tersebut tidak boleh mengurangi tingkat kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang ada.

Gunakan BTT

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Provinsi Banten, menyiapkan alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengambil langkah cepat penanganan banjir kronis di SDN Pamarican 2, yang statusnya dinilai sudah darurat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang Ahmad Nuri, di Serang, Selasa, menegaskan penggunaan BTT terpaksa ditempuh karena situasi di lokasi sudah mendesak dan berisiko bagi siswa.

"Saya langsung menghadap Pak Wali Kota Serang, dan syukurlah diizinkan menggunakan dana dari BTT karena sifatnya mendesak dan darurat," ujarnya. Nuri menjelaskan pihaknya telah mengirim surat resmi ke Wali Kota Serang yang diteruskan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk segera memproses penganggaran tersebut.

"Harapannya segera diproses dan bisa ada tindakan nyata dalam waktu dekat. Target kami Desember selesai," katanya. Langkah darurat ini diambil setelah Disdikbud meninjau lokasi pada Sabtu (8/11) dan menemukan kondisi banjir setinggi 60 centimeter. "Kalau dipaksakan sekolah, jelas berisiko. Apalagi banyak ular yang muncul di sekitar area sekolah," katanya.

Banjir di SDN Pamarican 2, lanjut dia, merupakan persoalan yang sudah terjadi puluhan tahun akibat posisi sekolah yang lebih rendah dari jalan. Hal ini kerap menghentikan kegiatan belajar mengajar hingga tiga bulan.

Sebagai solusi, kata dia, maka akan menggunakan dana BTT tersebut untuk peninggian lantai bangunan sekitar 60 hingga 70 centimeter, agar setara dengan jalan utama. Ia memperkirakan kebutuhan total anggaran untuk proyek tersebut sekitar Rp1 miliar, namun Nuri berharap pengerjaan tahap awal dapat segera dieksekusi tahun ini.

"Kebutuhannya besar, tapi kalau dari BPKAD bisa separuhnya dulu juga tidak masalah. Yang penting tahun ini sudah mulai dikerjakan," ujarnya. Selama proses perbaikan, kata dia, kegiatan belajar mengajar dipindahkan sementara ke lokasi darurat. Nuri optimistis Wali Kota Serang sangat peduli terhadap persoalan pendidikan ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.