Kemenkes Percepat Pemerataan Tenaga Medis di Indonesia
Senin, 13 Okt 2025, 16:15 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya percepatan pemerataan tenaga medis di seluruh wilayah Indonesia. Pasalnya, Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan secara menyeluruh mulai dari tinggi prevalensi penyakit kronis.
âIni berkat komitmen kita bersama, maka dari ini sampai juga pada kelahiran SPO yang akan kita selenggarakan secara bersama. Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari tingginya angka kematian ibu dan bayi hingga prevalensi penyakit kronis,â kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono saat sambutan di Peluncuran Standar Operasional Prosedur (SPO) SDM Tenaga Kesehatan, di Kantor Kemenkes, Senin (13/10).
Menurut Dante, tenaga medis memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar.
âYang berada di garis depan untuk menangani penatalaksanaan tersebut adalah para tenaga medis dan tenaga kesehatan. Paradoksnya, justru tenaga medis dan tenaga kesehatan ini masih kurang di berbagai wilayah Indonesia,â ucap Dante.
Dante mengungkapkan, 4,6 persen puskesmastidak memiliki dokter, sementara 38,8 persen puskesmas belum memiliki tenaga medis yang lengkap. Bahkan, sejumlah rumah sakit belum memiliki tujuh spesialis dasar yang seharusnya menjadi syarat pelayanan pasien.
âKarena itulah, kita harus melakukan akselerasi secepat-cepatnya. Masalahnya ada dua yakni jumlah tenaga medis yang masih kurang dan distribusinya yang belum merata,â ucap Dante.
Sementara, Wamendiktisainstek Fauzan menyampaikan apresiasinya atas kerja keras berbagai pihak dalam menyelesaikan penyusunan SPO. Ia menilai, keberhasilan penyusunan SPO Tenaga Kesehatan tidak lepas dari kerja sama dan dedikasi seluruh tim yang terlibat.
âProses penyusunan tersebut sebagai hasil dari kerja keras dan ketekunan luar biasa. Tentu ini semua tidak bisa lepas dari tangan-tangan dingin semua pihak,â kata Fauzan.
Ia menambahkan, setelah melalui proses panjang dan penuh tantangan, peluncuran SPO tenaga kesehatan. Menurut Fauzan, hal tersebut menjadi momen penting bagi sektor pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
âAlhamdulillah akhirnya SPO yang menelan waktu lama bisa kita selesaikan dan diluncurkan sore hari ini. Harapan besarnya adalah mudah-mudahan produk turunan dari ini, apa itu juknis dan lain sebagainya, sudah tidak akan lagi mengalami proses yang istilahnya Ibu Julie tadi berdarah-darah,â ujar Fauzan. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pemkot Gelar Gebyar Bandung Utama demi Dekatkan Layanan Publik kepada Warga
-
Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
-
Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran
-
Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan Digelar di Balai Karantina
-
No Na akan Rilis Album Perdana “Island Girl” pada September 2026
-
2 Bulan Antrean Berular di SPBU, Pertamina Sulawesi Bongkar Biang Kerok dan Gandeng Satgas
-
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 734 Orang, 2.498 Masih Hilang Usai Gletser Runtuh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.