Hong Kong Keluarkan Peringatan Saat Topan Wipha Mendekat

Senin, 21 Jul 2025, 02:40 WIB

BEIJING - Hong Kong pada Minggu (20/7) mengeluarkan peringatan badai tertinggi saat Topan Wipha, yang memiliki angin berkecepatan lebih dari 167 kilometer per jam dan membawa hujan lebat di wilayah tersebut, yang memaksa pembatalan lebih dari 200 penerbangan.

Observatorium cuaca kota menaikkan sinyal badai ke peringkat 10 pada pukul 09.20 waktu setempat dan mengatakan pihaknya memperkirakan sinyal badai akan tetap pada level itu untuk beberapa waktu.

Ket. Foto: Sejumlah calon penumpang terdampar di Bandara Internasional Hong Kong saat Topan Wipha menerjang kota pusat bisnis itu pada Minggu (20/7). Akibat datangnya topan ini, telah memaksa pembatalan lebih dari 200 penerbangan. — Sumber: AFP/Peter PARKS

Wipha akan melewati sekitar 50 kilometer di selatan observatorium, menurut peringatan tersebut. “Angin kencang sedang melanda wilayah selatan Hong Kong,” kata observatorium tersebut.

Akibat cuaca ekstrem ini, maskapai Cathay Pacific Airways membatalkan semua penerbangannya yang tiba atau berangkat dari bandara Hong Kong antara pukul 05.00 dan 18.00 pada Minggu. Maskapai ini menggratiskan biaya perubahan tiket dan mengatur pemesanan ulang bagi pelanggannya.

Sebagian besar moda transportasi umum pun dihentikan pada hari Minggu, termasuk feri di tengah gelombang laut yang tinggi.

“Sebuah jembatan sepanjang 30 kilometer yang melintasi perairan antara Hong Kong dan Makau, akan ditutup semalaman,” lapor lembaga penyiaran Hong Kong, RTHK.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Topan Wipha juga telah menyebabkan pembatalan penerbangan dan feri di Taiwan.

Topan Wipha ini sebelumnya melintasi Filipina yang menyebabkan embusan angin kencang di Kota Quezon, sebelah utara Manila.

Topan Wipha adalah badai keenam musim ini di Pasifik barat. Wipha diperkirakan akan membawa hujan lebat di sepanjang pantai selatan Tiongkok dan kemudian melemah saat bergerak ke barat menuju Vietnam dan Laos.

Pihak berwenang di Provinsi Hainan, sebuah pulau di Tiongkok yang merupakan resor pantai populer, mengatakan bahwa tiga pelabuhan akan menghentikan operasinya mulai Sabtu malam di Haikou, ibu kota provinsi tersebut, gara-gara bencana badai dahsyat ini. CNA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.