Pemkot Tangerang Bagi Bibit Pohon Gratis Upaya Gerakkan Tanam Pohon di Rumah

Selasa, 11 Nov 2025, 08:37 WIB

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyebutkan program pembagian bibit pohon gratis merupakan langkah nyata mendorong gerakan menanam di pekarangan rumah.

Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun di Tangerang, Selasa (11/11), mengatakan inisiatif tersebut merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat agar mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Ket. Foto: Pegawai Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang membagikan bibit tanaman kepada warga dalam mendorong urban farming. — Sumber: ANTARA

"Ini sebagai upaya berkelanjutan mendukung program ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan semangat urban farming (pertanian perkotaan) di kalangan masyarakat," katanya.

Ia menuturkan bibit yang berasal dari hasil produksi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Produksi Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (PBTPHP) DKP ini dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

"Kami ingin masyarakat semakin sadar pentingnya ketahanan pangan. Bibit yang kami bagikan seperti cabai, tomat, dan terong adalah varietas yang mudah dirawat dan cocok untuk lahan terbatas di perkotaan," ucapnya.

Dengan menanam sendiri, kata dia, masyarakat tidak hanya menghemat pengeluaran, tapi juga memastikan ketersediaan pangan lokal yang segar dan sehat untuk keluarga.

"Program urban farming pun secara langsung membantu menciptakan lingkungan yang lebih hijau di sekitar kita," katanya.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi pelopor perubahan melalui aksi nyata pelestarian lingkungan mulai dari penghijauan, pengelolaan sampah, urban farming, hingga adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Langkah kecil seperti menanam pohon atau memilah sampah akan menjadi warisan besar bagi masa depan bumi kita,” kata Wali Kota Sachrudin.

Karena itu ia mengajak warga menjadi pelopor perubahan mulai dari lingkungan rumah tangga, RT, hingga kelurahan. Sebab keberhasilan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga, pengurus RW/RT, komunitas, sekolah, dan dunia usaha.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat penting agar gerakan ini memberi manfaat besar bagi generasi mendatang,” katanya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.