Euforia Mereda, IHSG Masih Punya Ruang Menguat di Tengah Fluktuasi Rupiah

Selasa, 11 Nov 2025, 23:58 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat secara terbatas pada perdagangan tengah pekan ini, setelah sempat terkoreksi usai mencetak rekor all-time high (ATH).

Pelaku pasar diperkirakan melakukan konsolidasi sambil mencermati pergerakan rupiah yang masih fluktuatif dan potensi aksi profit taking dari investor jangka pendek.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas melintasi layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha

Meski tekanan jual dapat menahan laju penguatan, sentimen domestik yang stabil serta arus dana asing yang masih positif dapat menjadi penopang utama.

Dalam situasi ini, pergerakan IHSG cenderung selektif, dengan saham berfundamental kuat dan sektor defensif berpotensi tetap diminati investor.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Rabu (12/11) bergerak menguat dalam jangka pendek dengan support di 8.332 dan resistance di 8.394.

Herditya menambahkan pergerakan IHSG akan dipengaruhi nilai tukar rupiah dan potensi aksi profit taking setelah IHSG sempat mencetak all-time high baru.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/11) sore ditutup melemah 24,73 atau 0,29 persen ke posisi 8.366,51 seiring dengan aksi profit taking (ambil untung) investor di pasar saham Indonesia. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,18 poin atau 0,26 persen ke posisi 842,69.

“Koreksi indeks antara lain didorong oleh profit taking karena kondisi IHSG yang overbought,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, penjualan ritel domestik tumbuh 3,7 persen year on year (yoy) pada September 2025, atau meningkat dari 3,5 persen (yoy) pada Agustus 2025, merupakan pertumbuhan positif yang terjadi selama enam bulan berturut-turut.

Di sisi lain, penjualan mobil turun 4,4 persen (yoy) menjadi 74,019 unit pada Oktober 2025 dari penurunan 15,1 persen (yoy) pada September 2025. Meskipun penjualan mobil menurun selama enam bulan berturut-turut, namun laju penurunannya mulai melambat, serta volume penjualannya merupakan level tertinggi sejak Desember 2024. Selama periode Januari- Oktober 2025, penjualan mobil turun 10,6 persen year to date (ytd) menjadi 635,844 unit.

Dari mancanegara, Amerika Serikat (AS) dan Swiss hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor sebesar 39 persen atas produk Swiss yang masuk AS. Dari kawasan Eropa, Jerman akan merilis data Wholesale Prices bulan Oktober 2025 yang diperkirakan sebesar 0,3 persen month to month (mtm) dan 1,1 persen (yoy) dari sebelumnya 0,2 persen (mtm) dan 1,2 persen (yoy) pada September 2025.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 1,68 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 1,48 persen dan 1,29 persen.

Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 1,22 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor barang baku yang masing-masing turun 0,75 persen dan 0,61 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DART, KOBX, BUMI, MORA, dan PJHB. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TALF, CHEM, SPRE, NRCA, dan NAYZ.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.129.597 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 71,06 miliar lembar saham senilai 27,59 triliun rupiah. Sebanyak 290 saham naik, 378 saham menurun, dan 147 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 68,24 poin atau 0,13 persen ke 50.980,00, indeks Hang Seng menguat 47,35 poin atau 0,18 persen ke 26.696,41, indeks Shanghai melemah 15,84 poin atau 0,39 persen ke 4.002,76, dan indeks Strait Times menguat 54,07 poin atau 1,20 persen ke 4.542,20. 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.