Pramono Izinkan SMAN 72 Jakarta Terapkan Pembelajaran Daring Sementara

Senin, 10 Nov 2025, 11:47 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan izin kepada SMA Negeri 72 Jakarta untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring sementara waktu. Kebijakan ini diambil guna memastikan keamanan serta mendukung proses pemulihan pascainsiden ledakan bom rakitan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut.

“Ya memang hari ini dibutuhkan untuk daring. Dan Ibu Kepala Dinas telah memberikan laporan kepada saya, memang hari ini kita izinkan untuk daring,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (10/11), dilansir dari ANTARA.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Sebelumnya, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, juga menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran di SMAN 72 akan berlangsung secara daring hingga kondisi sekolah dinyatakan aman dan siap digunakan kembali. “Hingga hari ini, lokasi SMAN 72 masih dalam proses pengamanan dan sterilisasi oleh pihak kepolisian,” kata Chico.

Chico menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah arahan Gubernur Pramono terus memberikan perhatian dan pendampingan bagi seluruh warga sekolah yang terdampak. Pemprov memastikan seluruh proses pemulihan, baik fisik maupun psikologis, berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Langkah cepat telah diambil melalui kerja sama lintas dinas. Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta menurunkan tim psikolog untuk memberikan pendampingan emosional bagi siswa, guru, serta keluarga korban. Selama masa pembelajaran jarak jauh (PJJ), dukungan psikologis tetap diberikan agar kondisi mental para pelajar dapat pulih dengan baik.

Selain itu, mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) juga ditempatkan di sekitar lingkungan sekolah untuk memberikan layanan konseling gratis bagi siapa pun yang terdampak, termasuk warga sekitar. Dinas Kesehatan DKI Jakarta turut menurunkan tenaga medis untuk memberikan perawatan lanjutan bagi korban yang masih membutuhkan penanganan medis.

Pemprov DKI juga menjalin koordinasi dengan Mabes Polri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) guna memastikan ketersediaan tenaga psikolog tambahan. “Selain itu, Pemprov DKI juga berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Kementerian PPPA untuk memastikan tenaga psikolog tersedia dalam proses pemulihan para korban,” jelas Chico.

Melalui berbagai upaya ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal setelah kondisi di SMAN 72 Jakarta benar-benar aman.

  • SMAN 72 Jakarta
  • Ledakan di SMAN 72

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Reza Aditya Firdaus

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.