Mantan Juara Tour de France Vingegaard Kembali ke Performa Terbaik Usai Menang di Jepang
Senin, 10 Nov 2025, 08:43 WIBSAITAMA, JEPANG â Mantan juara Tour de France, Jonas Vingegaard, menyatakan dirinya akhirnya kembali mencapai level terbaik setelah menuntaskan musim dengan kemenangan di Saitama Criterium, Minggu (9/11). Kemenangan tersebut sekaligus menjadi penutup tahun yang penuh perjalanan pemulihan bagi pembalap asal Denmark itu.
Vingegaard mengalami kecelakaan hebat pada Tour of the Basque Country, April tahun lalu. Saat itu ia mengalami benturan keras berkecepatan tinggi yang membuat paru-parunya tertusuk serta beberapa tulang patah. Cedera tersebut bukan hanya mengganggu kondisi fisiknya, namun juga memengaruhi kepercayaan dirinya di lintasan.
âTerkadang Anda tidak pernah tahu, setelah kecelakaan parah, apakah tubuh dapat kembali seperti sebelumnya,â ujar Vingegaard, 28 tahun, seusai balapan. âBaru di akhir tahun ini saya benar-benar merasakan dapat menekan tenaga dan bertarung seperti sebelum insiden itu.â
Meski awal tahun sempat terseok, Vingegaard perlahan bangkit. Ia finis sebagai runner-up di Tour de France, sebelum merebut gelar Grand Tour ketiganya di Vuelta a España pada September. Kemenangan di Saitama mengukuhkan kebangkitannya, meski menurutnya proses tersebut âmemakan waktu lebih lama dari perkiraan.â
Vingegaard sempat absen dari Olimpiade Paris dan tertinggal jauh dari pesaing utamanya, Tadej Pogacar, pada periode awal pascakecelakaan. Namun ia kini percaya masa-masa pemulihan itu sudah berada di belakang.
âPerlahan-lahan saya kembali. Sekarang saya berharap bisa mulai meningkat lagi, bukan sekadar mencoba kembali ke level yang sama,â katanya.
Dalam balapan di Saitama, Vingegaard sempat terjatuh pada tiga perempat perjalanan dari total lintasan 60 km. Namun ia bangkit, naik kembali ke sepeda, dan kembali bersaing. Ia kemudian memimpin pada lap terakhir dan menyelesaikan lomba di depan Jonathan Milan (Italia) dan Kaden Groves (Australia).
âBeruntung saya tidak mengalami cedera dan hanya tergelincir,â tutur Vingegaard. âSaya kehilangan kecepatan, tapi tidak ada yang serius, sehingga saya bisa kembali dan menang.â
Ia juga sempat berduel dengan Primoz Roglic sebelum melakukan serangan penentu di lap terakhir. Meski rencana balapan sempat terganggu akibat jatuh, ia mampu beradaptasi cepat di tengah lomba.
âAwalnya saya hanya berpikir untuk kembali ke rombongan utama. Lalu ada serangan yang bisa saya ikuti, dan dari situ saya bisa pergi sendirian,â ujarnya.
Dengan penutup musim yang meyakinkan ini, Vingegaard menatap musim depan dengan keyakinan baru, sebuah pesan penting bagi para pesaingnya bahwa sang juara telah kembali, dan siap merebut podium tertinggi lagi.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
BPS Bangka Belitung Catat Penurunan Penumpang Angkutan Udara Capai 38 Persen
-
Benar-benar “Raja Tega” Tukang Cukur Saja Dipalak THR
-
Italia Benar-benar di Ujung Tanduk Sampai Harus Menunda Kompetisi Lokal demi Persiapan Timnas
-
Seixas Siap Ganggu Dominasi Pogacar dan Vingegaard di Tour de France 2026
-
Tips Kembali Aktif Setelah Liburan Panjang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.