Kemendes PDT Dorong Pemerataan Akses Hiburan bagi Masyarakat Desa Lewat Pengembangan Film dan Festival Film Desa 2025

Senin, 10 Nov 2025, 15:30 WIB

JAKARTA - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) tengah berupaya meratakan akses hiburan bagi masyarakat desa melalui pengembangan jaringan film desa dan penyelenggaraan Festival Film Desa 2025.

“Dulu waktu kecil, hampir setiap kabupaten punya bioskop-bioskop. Sekarang banyak yang tidak lagi. Karena itu lewat dorongan Festival Film Desa dan terbangunnya jaringan film desa, kita berharap ke depan muncul bioskop-bioskop mini di kecamatan-kecamatan, bahkan di desa-desa,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Samsul Widodo saat memberikan arahan dalam Sosialisasi dan Peluncuran Festival Film Desa, seperti diikuti di Jakarta, Senin (10/11).

Ket. Foto: Direktur Jenderal (Dirjen) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Samsul Widodo saat memberikan arahan dalam Sosialisasi dan Peluncuran Festival Film Desa, seperti diikuti di Jakarta, Senin (10/11). — Sumber: antara foto

Sebelumnya Samsul Widodo telah menyampaikan saat ini Indonesia hanya memiliki 517 bioskop dengan 2.145 layar dan sekitar 60 persen diantaranya berada di Jakarta. Kondisi itu, kata dia, menunjukkan adanya ketimpangan akses hiburan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Sejalan dengan itu Kemendes menghadirkan Festival Film Desa 2025 sebagai bagian dari gerakan nasional membangun ekonomi kreatif berbasis teknologi digital di desa. Menurut Samsul, dengan semakin luasnya akses internet dan perangkat teknologi, masyarakat desa kini memiliki peluang untuk menciptakan karya film sendiri.

“Harapan kami, festival ini menjadi pintu masuk agar desa-desa punya ruang hiburan, sekaligus ruang ekspresi. Ketika warga desa bisa menonton hasil karya mereka sendiri, di situlah hiburan dan pemberdayaan berjalan seiring,” katanya.

Melalui program itu Kemendes PDT tidak hanya ingin menghadirkan tontonan, tetapi juga menumbuhkan kreativitas lokal. Produksi film desa, kata dia, diharapkan melibatkan banyak pihak, mulai dari kepala desa, perangkat desa, hingga anak-anak muda yang tertarik pada dunia perfilman. Dengan begitu kegiatan tersebut dapat memunculkan efek ekonomi baru di tingkat lokal.

Dengan pengembangan jaringan film desa dan lahirnya mini bioskop di wilayah perdesaan, Samsul berharap kesenjangan akses hiburan dapat semakin berkurang. Menurutnya, film bukan sekadar sarana hiburan, melainkan juga dapat menjadi sarana edukasi, refleksi budaya, dan kebangkitan ekonomi kreatif dari desa untuk Indonesia.

  • Kemendes PDT
  • Pemerataan Akses Hiburan
  • Film Desa dan Festival Film Desa 2025

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.