Pemprov DKI Fokus Pulihkan Korban dan Siswa SMAN 72, Pembelajaran Daring Dimulai 10 November

Minggu, 09 Nov 2025, 15:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memberikan pendampingan menyeluruh bagi korban dan warga sekolah SMAN 72 Jakarta pasca-insiden ledakan yang terjadi beberapa waktu lalu. Beragam langkah cepat ditempuh untuk memastikan proses pemulihan fisik maupun psikologis berlangsung optimal.

Hingga kini, tercatat sebanyak 30 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Sebanyak 14 orang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, 15 orang di RS Yarsi, dan satu orang di RS Pertamina Jaya. Pemprov DKI memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis terbaik dan dipantau secara berkelanjutan.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, menyampaikan pihaknya memberikan dukungan psikologis selama masa pemulihan, termasuk saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung. Menurutnya, Mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) juga telah disiagakan di lingkungan sekolah untuk membantu siswa, guru, dan keluarga terdampak yang membutuhkan konseling gratis.

"Kami akan menyiapkan dukungan psikolog untuk mendampingi anak-anak selama PJJ dan proses pemulihan di sekolah," ujar Iin di Jakarta, Minggu (9/11).

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan DKI telah menyiapkan jadwal pendampingan klinis serta menurunkan tenaga medis bagi korban yang masih membutuhkan perawatan lanjutan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Mabes Polri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) guna memastikan ketersediaan tenaga psikolog untuk mendampingi proses pemulihan secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan hingga kini lokasi SMAN 72 masih dalam proses pengamanan dan sterilisasi oleh pihak kepolisian. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, ia menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara daring mulai Senin, 10 November 2025, hingga sekolah dinyatakan aman digunakan kembali.

"Pembelajaran akan difokuskan pada proses pemulihan dan persiapan mental siswa sebelum kembali ke sekolah. Pembelajaran di kelas nantinya akan diisi oleh wali kelas dan psikolog dengan pendekatan interaktif seperti olahraga dan seni agar anak-anak dapat pulih dan kembali merasa aman," ujar Nahdiana.

Ia menuturkan bahwa sebelum kegiatan belajar dimulai, pihak sekolah akan mengundang orang tua siswa untuk memberikan pemahaman terkait langkah-langkah pemulihan yang dilakukan bersama sekolah, psikolog, serta unsur wilayah setempat. "Saat ini, petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas PPAPP telah berjaga di lokasi untuk memastikan pendampingan berjalan baik," pungkasnya.

Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi seluruh korban, guru, dan siswa SMAN 72 hingga pulih sepenuhnya. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah, sehingga kegiatan belajar dapat kembali berjalan normal tanpa trauma.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.