Albumin Ikan Haruan Siap Go Nasional! Kalsel Gandeng IPB untuk Uji Mutu Jelang 2026

Jumat, 07 Nov 2025, 06:30 WIB

BANAJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan (BPMHP Kalsel) menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menguji produk albumin ekstrak ikan haruan sebagai persiapan distribusi resmi pada 2026. 

Pengembangan produk lokal bernilai tinggi itu dilakukan agar memenuhi standar Standar Nasional Indonesia (SNI) dan dapat masuk pasar nasional.

Ket. Foto: Salah satu peneliti menguji produk albumin ekstrak ikan haruan di laboratorium di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (6/11). — Sumber: ANTARA/HO-MC Kalsel

Kepala UPTD BPMHP Kalsel Yudita Nurdiana di Banjarbaru, Kamis, mengatakan agar produk ini bisa segera distribusi, perlu pengembangan untuk menghasilkan albumin yang aman dan sesuai standar SNI, tentunya mengedepankan pembinaan UMKM.

“Upaya ini sesuai dengan visi sebagai daerah yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan, dengan produk-produk unggulan lokal yang bernilai ekonomi tinggi dan berstandar nasional,” ujar dia.

Yudita menyebutkan kerja sama pengembangan albumin ini menjadi salah satu bentuk implementasi kebijakan daerah dalam mengoptimalkan potensi ikan lokal Kalsel sekaligus memperluas diversifikasi produk perikanan bernilai ekonomi tinggi.

“Pengembangan albumin dilakukan secara masif dan berkelanjutan, dengan proses yang telah memenuhi SNI dan pengujian laboratorium yang terakreditasi,” tuturnya.

Dia mengatakan, sebagian besar proses pengujian seperti kadar protein dan komponen lain sudah dapat dilakukan langsung di laboratorium BPMHP Kalsel yang telah berstandar ISO/IEC 17025:2017, sedangkan pengolahan albumin di balai juga telah mengikuti standar SNI.

Yudita memastikan albumin yang dikembangkan telah lolos uji secara laboratoris dan seluruh proses pengolahannya terstandar, sehingga produk ini aman dan berkualitas tinggi.

Ia menegaskan pengembangan produk ini juga penegasan daerah untuk menjadikan ikan haruan sebagai produk unggulan khas Kalsel yang memiliki nilai tambah dan potensi pasar luas.

Pengembangan produk tersebut, lanjut dia, juga bagian dari pembangunan Sentra Ikan Haruan yang berada di UPTD Perikanan Budidaya Kesehatan Ikan dan Lingkungan (PBKIL) sebagai pusat produksi dan inovasi berbasis perikanan lokal.

“Ikan haruan banyak di Kalsel, agar tidak hanya sekadar dikonsumsi langsung, maka kita kembangkan dan diolah menjadi albumin, produk bernilai tinggi,” ujar Yudita.

  • kalsel
  • ipb
  • albumin ikan haruan
  • institut pertanian bogor

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.