Kapolda Aceh Kerahkan 40 Persen Personel Hadapi Potensi Bencana Alam
Rabu, 05 Nov 2025, 14:37 WIBKapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengatakan pihaknya mengerahkan 40 persen personel untuk melakukan mitigasi dan menghadapi potensi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi di Aceh.
âKita siap mengerahkan 40 persen personel, kita harapkan stakeholder (pemangku kebijakan) lain juga sama (mengerahkan) 40 persen personel,â kata Kapolda Marzuki Ali Basyah seusai memimpin apel siaga bencana di halaman Mapolres Aceh Barat di Meulaboh, Rabu.
Untuk itu ia meminta seluruh jajaran siaga menghadapi bencana alam di penghujung tahun 2025.
"Kita setiap tahun menghadapi cuaca ekstrem, La Nina, El Nino, bencana alam. Jadi pemerintah, kita Polri melakukan percepatan persiapan menghadapi bencana tersebut," ujarnya.
Selain itu pihaknya memastikan kesiapan pasukan, peralatan, pelatihan, serta kesiapan pemangku kebijakan terkait di daerah. Hal ini penting agar semua tim tidak melakukan persiapan secara mendadak.
"Kita memang tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kita ajak semua stakeholder, BPBD. Untuk kesiapan personel Polri seluruh Aceh diturunkan 40 persen dan yang penting itu kita membuka posko persiapan," tegasnya.
Marzuki Ali mengatakan potensi bencana yang perlu diwaspadai adalah ancaman banjir. Untuk wilayah hukum Polres Aceh Barat, kata dia, terdapat 23 titik lokasi rawan bencana alam.
Pihaknya memastikan kesiapsiagaan seluruh jajaran dan stakeholder terkait di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
"Bencana yang paling berpotensi saat inikan musim penghujan, kebakaran hutan berkurang, terus hujan ini biasanya banjir dan longsor. Apel hari ini adalah sebagai kesiapan seluruh personel dan stakeholder terkait," ucapnya.
Ia juga meminta jajaran kepolisian di Aceh untuk melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan, melalui kolaborasi dengan BMKG serta berbagai pihak terkait lainnya di wilayah masing-masing.
Kemudian memberikan informasi dan imbauan kamtibmas terkait potensi ancaman bencana, memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, termasuk peralatan evakuasi, kendaraan operasional, serta ketersediaan bantuan logistik pendukung, sehingga dapat segera digerakkan kapanpun dibutuhkan.
Selain itu melakukan simulasi kegiatan tanggap darurat bencana secara rutin sebagai sarana edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan, dan mengedepankan kecepatan dan ketepatan respons dalam tanggap darurat bencana.
Hal ini dimulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, pemberian trauma healing, hingga percepatan pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur maupun kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang terdampak, melalui kerja sama lintas sektoral.
Kapolda juga mengingatkan agar melaksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh empati, humanis, dan profesional, sehingga tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga kenyamanan bagi masyarakat.
Selain itu memastikan seluruh kegiatan penanggulangan bencana dilaksanakan sesuai prosedur, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadinya bencana dengan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan guna meningkatkan resiliensi bencana.
Kemudian meningkatkan koordinasi dan sinergisitas dengan seluruh stakeholder terkait, baik TNI, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat, serta berbagai pihak lainnya guna memastikan pelaksanaan penanggulangan bencana berjalan terpadu dan tepat sasaran.
Seperti diketahui, berdasarkan data BMKG, saat ini 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dimana puncaknya diperkirakan akan terjadi secara bertahap dari bulan November 2025 hingga Januari 2026.
Meningkatnya curah hujan tersebut berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi, khususnya pada beberapa wilayah seperti Aceh, dan daerah lainnya di Indonesia.
Selain itu BMKG juga mendeteksi bahwa bulan November 2025 akan mulai terjadi fenomena La Nina, yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.
Meskipun La Nina diprediksi dalam kategori lemah, namun tetap harus diwaspadai, karena juga akan berpengaruh terhadap meningkatnya kerawanan bencana, yang berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan di atas normal.
- Kapolda Aceh
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.