- Home
-
- Luar Negeri
-
- Seoul: Korut Tembakkan Rok...
Seoul: Korut Tembakkan Roket Artileri Saat Menhan AS Kunjungi Korsel
Selasa, 04 Nov 2025, 14:12 WIBSEOUL - Korea Utara menembakkan beberapa roket artileri satu jam sebelum Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengunjungi perbatasan Korea Selatan-Korea Utara, ungkap militer Seoul kepada AFP, Selasa (4/11).
Pyongyang juga menembakkan senjata serupa beberapa menit sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping pekan lalu, ungkap Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS).
JCS mengatakan baru-baru ini "mendeteksi sekitar 10 roket artileri yang ditembakkan ke bagian utara Laut Barat", sebutan Seoul untuk Laut Kuning.
Senjata-senjata tersebut ditembakkan sekitar pukul 15.00 (06.00 GMT) pada hari Sabtu dan sekitar pukul 16.00 pada hari Senin.
"Detail proyektil saat ini sedang dianalisis secara cermat oleh otoritas intelijen Korea Selatan dan AS," tambah JCS.
Hegseth mengunjungi perbatasan yang dijaga ketat yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan pada hari Senin (3/11), menjadi kepala Pentagon pertama yang melakukannya sejak delapan tahun lalu.
Ia mengunjungi Desa Panmunjom setelah singgah di Pos Observasi Ouellette yang menghadap Zona Demiliterisasi. Panmunjom menjadi simbol gencatan senjata dan tempat pasukan dari kedua Korea saling berhadapan.
Hegseth dan Menhan Korea Selatan, Ahn Gyu-back, "menegaskan kembali postur pertahanan gabungan yang kuat dan kerja sama yang erat antara Korea Selatan dan Amerika Serikat", ujar Kementerian Pertahanan Seoul dalam sebuah pernyataan.
Hegseth mengatakan dalam konferensi pers bersama dengan Ahn pada hari Selasa bahwa Korea Selatan menghadapi "lingkungan keamanan yang berbahaya" dan kedua menteri sepakat untuk tetap "berpandangan jernih terhadap ancaman" yang mereka hadapi.
Ia juga mengatakan peningkatan anggaran pertahanan Korea Selatan akan mempercepat "kemampuannya untuk memimpin pencegahan dan pertahanan konvensionalnya terhadap Korea Utara".
Presiden Lee mengatakan, Seoul akan melakukan peningkatan anggaran pertahanan terbesarnya dalam enam tahun dengan kenaikan sebesar 8,2 persen dari tahun ini menjadi 66,3 triliun won ($4,6 miliar).
Kunjungan Hegseth dilakukan setelah pendekatan Presiden AS Donald Trump kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak mendapat tanggapan publik dari Pyongyang.
Namun, Trump mengindikasikan ia masih bersedia "kembali" untuk pertemuan mendatang dengan Kim.
Pada hari Sabtu, Lee bertemu Xi Jinping di sela-sela KTT APEC, mendesak pemimpin Tiongkok tersebut untuk membantu Seoul "melanjutkan dialog" dengan Korea Utara.
Lee menekankan perlunya "stabilitas" regional dan mencatat "pertukaran tingkat tinggi baru-baru ini antara Tiongkok dan Korea Utara", merujuk pada kehadiran Kim dalam parade militer besar di Beijing pada bulan September.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Pangkas Birokrasi Perizinan, Pemkab Bekasi Luncurkan Aplikasi BOSS
-
Korut Ancam Korsel Jika Terbangkan Drone ke Wilayahnya
-
Tak Ada Lagi Siaran K-pop, Korsel Mulai Singkirkan Pengeras Suara Anti-Korut di Sepanjang Perbatasan
-
Binus Bentuk Generasi Berdaya Saing Global Lewat Kolaborasi dengan Universitas Mitra di Asia
-
Jonatan Christie Comeback Gemilang! Lolos ke Perempat Final Hylo Open 2025
-
WNI Bikin Ulah di Jepang, Menteri Karding Bantah Kabar Tokyo Blacklist Pekerja Indonesia
-
Badan Intelijen Korsel Digerebek, Diduga Terlibat Insiden Drone di Korut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.