20 Balita Sakit dan Warga Sekitar Keluhkan Bau Busuk Menyengat dari RDF Plant Rorotan

Selasa, 04 Nov 2025, 16:38 WIB

JAKARTA - Bau busuk menyengat muncul dari Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, yang diduga berasal dari sampah yang menumpuk di lokasi pengolahan sampah tersebut. Hal itu telah membuat warga sekitar sangat terganggu dan bahkan puluhan balita sakit.

“Hari ini katanya RDF tidak beroperasi lagi tapi bau busuk masih terasa sampai di sini. Tadi wartawan datang ke sini juga merasakan hal yang sama,” kata Ketua RT 18 Cakung Timur, Andre Maryono di Jakarta, Senin (4/11).

Ket. Foto: Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara — Sumber: antara foto

Hal itu, menurut dia, menyebabkan udara di kawasan tersebut tidak sehat dan berdampak pada warga yang tinggal di pemukiman penduduk di sana.

“Jarak perumahan saya sekitar 800 meter dari lokasi dan merasakan dampak. Di perumahan lain juga ikut merasakan hal yang sama,” kata Koordinator Forum Warga Shinano, Mahakam&Savoy JGC itu.

Dia mengajak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk datang dan hadir langsung di perumahan ini agar dapat merasakan langsung dampak lokasi pengolahan sampah berkapasitas 2.500 ton tersebut.

“Jangan hanya datang ke RDF saja, tapi datang ke sini dan kalau perlu lakukan sidak,” kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya masih menunggu jawaban dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kelanjutan persoalan ini.

Pihaknya juga telah bersurat dan memohon audiensi langsung dengan gubernur untuk menyampaikan hal yang sebenarnya. "Kami khawatir gubernur hanya mendapat laporan yang baik-baik saja selama ini, padahal kondisi sudah memburuk,” kata dia.

Dia meminta agar RDF ini ditutup karena walaupun sudah melakukan serangkaian uji coba tapi hasilnya membawa dampak buruk bagi warga.

“Apa yang dirasakan hari ini sama dengan sewaktu uji coba di awal tahun lalu dan beberapa bulan setelah itu,” kata dia.

Menurut dia, pengelola RDF menjanjikan akan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dan juga melakukan perbaikan (improve) seperti peninggian cerobong asap, perbaikan alat pengangkutan dan lainnya. “Tapi faktanya mereka melanggar SOP yang mereka buat,” kata dia.

Sementara sebanyak 20 anak dan balita yang berdomisili RT 18 Cakung Timur mengalami sakit yang diduga terdampak uji coba operasional RDF Plant Rorotan yang menghasilkan pencemaran udara di kawasan tersebut.

Seluruh warga tersebut menderita sakit sepanjang bulan Oktober 2025 setelah adanya uji coba RDF Plant Rorotan. Penyakit yang dialami warga mulai dari sakit mata, batuk, pilek, muntah, Bronchopneumonia, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Ia mengatakan, warga tersebut sebagian besar menjalani pengobatan mandiri dan ada juga yang berobat ke rumah sakit.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo telah memerintahkan agar komisioning Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan dihentikan sementara hingga memiliki kendaraan pengangkut sampah yang baik.

Dia sudah meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta untuk sementara komisioningnya dihentikan terlebih dahulu.

"Dipersiapkan sampai adanya truk yang 'compact' yang bisa membawa sampah ke Rorotan. Karena persoalannya di sana,” kata Pramono di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa.

Pemprov DKI Jakarta sebenarnya sedang mendalami persoalan yang timbul di RDF Rorotan. Pramono mengklaim masyarakat tidak memprotes terkait hasil komisioning yang dilakukan beberapa hari ini.

Yang menjadi masalah adalah ketika sampahnya dilakukan mobilisasi atau pengangkutan, truknya tidak "compact" sehingga air lindinya tumpah. "Dan inilah yang menyebabkan bau," katanya.

  • Bau Busuk Menyengat
  • RDF Plant Rorotan
  • Balita Sakit

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.