Banjir Bandang Papua Telan Korban, Pencarian Berpacu dengan Waktu
Senin, 03 Nov 2025, 19:30 WIBJAKARTA - Sebanyak 15 orang dilaporkan hilang akibat banjir bandang yang menghantam sejumlah wilayah di Papua, pada Minggu malam. Mayoritas korban yang belum ditemukan merupakan anak-anak yang terseret arus deras ketika air tiba-tiba memenuhi permukiman warga.
Kantor pencarian dan penyelamatan setempat mengatakan banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur area pegunungan dan sungai meluap dalam waktu singkat. Arus deras menghancurkan beberapa rumah serta memutus akses jalan ke lokasi terdampak.
âSebagian besar korban yang hilang adalah anak-anak,â ujar seorang pejabat lokal yang menangani penanggulangan bencana. Ia menegaskan bahwa tim penyelamat masih terus bekerja meski menghadapi kondisi yang sangat menantang.
Petugas gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, TNI-Polri, serta relawan dikerahkan ke wilayah bencana untuk mencari para korban. Tim lapangan juga dilengkapi perahu karet untuk menyisir sungai yang airnya masih meluap.
Banjir bandang dilaporkan menghantam beberapa kampung yang berada di dekat kaki gunung, yang selama ini dianggap rawan longsor dan banjir. Warga mengaku air datang begitu cepat sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya.
âAir datang langsung besar, kami semua panik menyelamatkan diri,â kata seorang warga yang selamat dari bencana tersebut. Ia menuturkan banyak anak yang terpisah dari keluarga mereka saat mencoba melarikan diri ke dataran yang lebih tinggi.
Selain 15 orang yang hilang, belasan rumah hanyut terseret arus dan ratusan warga kini mengungsi di tenda darurat. Pihak berwenang tengah mendata kerusakan serta memastikan kebutuhan logistik seperti makanan, air bersih, dan selimut.
Cuaca buruk menjadi hambatan utama dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan sejak dini hari. Kondisi tanah yang labil dan air sungai yang masih deras juga meningkatkan risiko bagi tim penyelamat.
Para pejabat pemerintah daerah mengungkapkan bahwa hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan risiko banjir bandang di wilayah Papua. Ketidakstabilan cuaca diprediksi masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
âKami berharap cuaca segera membaik agar proses pencarian bisa dipercepat,â kata pejabat tersebut dalam pernyataannya. Ia meminta keluarga korban tetap sabar dan berdoa agar anggota keluarga mereka segera ditemukan.
Badan Meteorologi setempat turut memperingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu banjir susulan. Mereka mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Warga yang terdampak juga berharap pemerintah memberikan dukungan penuh dalam proses pemulihan pascabencana. Banyak dari mereka yang kini kehilangan rumah dan membutuhkan tempat tinggal sementara sampai situasi kembali normal.
Organisasi kemanusiaan lokal turut memberikan bantuan berupa makanan siap saji dan kebutuhan dasar lainnya kepada para pengungsi. Mereka juga menyiapkan layanan dukungan psikologis terutama bagi anak-anak yang mengalami trauma.
Kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah ditekankan untuk mempercepat evakuasi dan penyaluran bantuan ke wilayah terpencil yang sulit dijangkau. Papua dikenal memiliki medan geografis yang ekstrem, sehingga memerlukan upaya ekstra dalam penanganan bencana.
Data penduduk yang terdampak hingga kini masih terus diperbarui oleh pemangku kebijakan di lapangan. Mereka memastikan seluruh informasi yang diterima keluarga korban diperbarui secara berkala untuk menghindari simpang siur data.
Bencana banjir bandang di Papua bukanlah yang pertama terjadi karena wilayah tersebut sering dilanda cuaca ekstrem dan topografi rawan longsor. Pemerintah disebut perlu meningkatkan sistem peringatan dini dan edukasi mitigasi untuk masyarakat di daerah risiko tinggi.
Sejumlah analis kebencanaan menilai perubahan iklim berkontribusi dalam meningkatnya frekuensi kejadian hujan ekstrem. Peningkatan alih fungsi lahan dan kerusakan lingkungan juga memperburuk keadaan saat bencana terjadi.
Meskipun akses masih sulit, tim penyelamat berkomitmen melanjutkan pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Pemerintah menjanjikan dukungan penuh baik dari segi logistik maupun tenaga dalam operasi kemanusiaan ini.
Dengan keluarga korban terus menunggu kabar, waktu menjadi faktor yang sangat krusial dalam upaya pencarian. Semua pihak berharap lebih banyak nyawa bisa diselamatkan sebelum kondisi cuaca kembali memburuk di wilayah tersebut.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pemerintah Perluas Akses Digital 1.200 UMKM Lewat STARt x Genmatic
-
Pemprov DKI Beri Santunan dan Jamin Pendidikan Anak Korban Tabrakan KRL-Argo Bromo
-
5 Rekomendasi MTI untuk Dongkrak Industri Penerbangan Nasional
-
Banjir Bandang Kembali Landa Desa Jamali, Cianjur, 15 Rumah Rusak Berat dan 15 Rumah Lain Rusak Sedang
-
Hilirisasi Tahap II Digulirkan, Sektor Energi Jadi Fokus Utama
-
Kali Cijayanti Meluap, Ratusan Rumah Warga Babakanmadang Bogor Terendam Banjir
-
Hujan Dini Hari di Musim Kemarau Picu Banjir di Belasan Lokasi Surabaya, Armada Damkar Dikerahkan Sedot Genangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.