AS-Tiongkok Sepakat Membuat Saluran Komunikasi Militer Langsung

Senin, 03 Nov 2025, 01:00 WIB

KUALA LUMPUR — Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth pada Minggu (2/11), mengatakan bahwa Washington dan Beijing akan membentuk saluran komunikasi langsung antar-militer, seraya menambahkan bahwa hubungan bilateral kedua negara saat ini “tidak pernah sebaik ini.”

Hegseth mengungkapkan bahwa ia berbicara dengan Menteri Pertahanan Tiongkok, Laksamana Dong Jun, pada Sabtu (1/11) malam di sela-sela pertemuan keamanan regional, dan keduanya sepakat bahwa “perdamaian, stabilitas, dan hubungan baik adalah jalan terbaik bagi dua negara besar dan kuat ini.”

Ket. Foto: Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth. — Sumber: SAUL LOEB/AFP

Dikutip dari Channel NewsAsia, pernyataan Hegseth di platform X disampaikan beberapa jam setelah ia mendorong negara-negara Asia Tenggara untuk memperkuat pertahanan maritim guna menghadapi tindakan Tiongkok yang semakin “mengguncang stabilitas” di Laut Tiongkok Selatan.

“Klaim teritorial dan maritim Tiongkok yang luas di Laut Tiongkok Selatan bertentangan dengan komitmen mereka untuk menyelesaikan sengketa secara damai,” kata Hegseth dalam pertemuan dengan para menteri pertahanan negara-negara anggota Asean pada Sabtu.

“Kami menginginkan perdamaian. Kami tidak mencari konflik. Tapi kami harus memastikan bahwa Tiongkok tidak berupaya mendominasi kalian atau pihak mana pun,” tambahnya.

Laut Tiongkok Selatan hingga kini menjadi salah satu titik panas paling sensitif di Asia. Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah tersebut, sementara anggota Asean seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei juga memiliki klaim atas sebagian kawasan pesisir dan fitur maritimnya.

Filipina, sekutu utama AS, kerap terlibat gesekan dengan armada maritim Tiongkok. Manila berulang kali mendesak agar kawasan memberikan respons yang lebih tegas, meski Asean secara tradisional berusaha menyeimbangkan sikap hati-hati dengan hubungan ekonomi terhadap Beijing, mitra dagang terbesar kawasan itu.

Hegseth juga menulis di X bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Donald Trump, dan keduanya sepakat bahwa “hubungan antara AS dan Tiongkok tidak pernah sebaik ini.”

Pertemuan Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan awal pekan ini, kata Hegseth, “telah menetapkan arah menuju perdamaian abadi dan kesuksesan bagi AS dan Tiongkok.”

Pesan yang tampak berlawanan antara peringatan keras di pertemuan Asean dan pernyataan damai di media social, mencerminkan upaya Washington menyeimbangkan langkah pencegahan dan diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Beijing.

“Ini adalah langkah pengendalian situasi. Lebih penting lagi, hal ini mencerminkan dua arus berbeda dalam hubungan AS–Tiongkok, satu melihat Tiongkok sebagai ancaman, dan satu lagi melihatnya sebagai mitra potensial,” ujar analis politik Asia Tenggara Bridget Welsh.

Klaim Teritorial

Dalam pertemuannya, Hegseth mengkritik deklarasi terbaru Beijing yang menyatakan Scarborough Shoal, wilayah yang direbut dari Filipina pada tahun 2012 — sebagai “cagar alam.” Ia mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa langkah itu merupakan “upaya lain untuk memaksakan klaim teritorial dan maritim baru yang lebih luas dengan merugikan pihak lain.”

Ia mendesak Asean untuk segera menuntaskan kode etik perilaku di laut (code of conduct) yang telah lama tertunda dan sedang dinegosiasikan dengan Tiongkok guna mengatur aktivitas di kawasan tersebut. Hegseth juga mengusulkan pengembangan sistem pemantauan maritim bersama serta mekanisme tanggap cepat untuk mencegah provokasi.

Menurutnya, jaringan “kesadaran domain maritim bersama” (shared maritime domain awareness) akan memastikan bahwa setiap negara anggota yang menghadapi “agresi atau provokasi tidak akan sendirian.”

Hegseth juga menyambut baik rencana latihan maritim Asean–AS pada Desember mendatang yang bertujuan memperkuat koordinasi regional serta menegakkan kebebasan navigasi di perairan internasional.

Sementara itu, Tiongkok menolak kritik AS terhadap tindakannya di laut, dengan menuduh Washington campur tangan dalam urusan regional dan memicu ketegangan melalui kehadiran militernya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.