- Home
-
- Luar Negeri
-
- PM Kanada Mark Carney Mint...
PM Kanada Mark Carney Minta Maaf kepada Presiden Trump Soal Iklan Anti-tarif di TV
Minggu, 02 Nov 2025, 13:30 WIBJAKARTA - Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada hari Sabtu (1/11) meminta maaf kepada Presiden AS Donald Trump atas iklan televisi anti-tarif yang mendorong pemimpin AS tersebut mengenakan tarif tambahan ke negara tersebut dan menghentikan negosiasi.
Dilaporkan Newsweek, Carney mengatakan kepada wartawan yang menghadiri KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan, bahwa ia telah menyampaikan permintaan maafnya kepada Trump dalam sebuah jamuan makan malam awal minggu ini. Ia mengatakan berbicara secara pribadi dengan Trump dan melakukan "percakapan yang sangat menyenangkan" dengannya.
"Presiden tersinggung oleh tindakan tersebut, atau lebih tepatnya oleh iklan tersebut," kata Carney pada hari Sabtu. "Itu bukan sesuatu yang akan saya lakukan, yaitu memasang iklan itu, jadi saya meminta maaf kepadanya."
Iklan yang menampilkan mantan Presiden Ronald Reagan menyampaikan pidato anti-tarif, dibeli oleh provinsi Ontario dan disiarkan di jaringan televisi utama AS bulan lalu.Â
Trump menuduh iklan tersebut "palsu" dan Ronald Reagan Presidential Foundation & Institute juga menjauhkan diri dari isinya. Ia mengatakan pidato mantan presiden di Camp David pada tanggal 25 April 1987, telah disalahartikan dalam iklan tersebut.
"Mereka dengan curang mengambil iklan pembelian besar yang mengatakan bahwa Ronald Reagan tidak menyukai Tarif, padahal sebenarnya dia MENCINTAI TARIF UNTUK NEGARA KITA, DAN KEAMANAN NASIONALNYA," tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, pada hari Senin. "Terima kasih kepada Ronald Reagan Foundation karena telah mengungkap PENIPUAN ini."
Iklan tersebut secara akurat mereproduksi pernyataan Reagan tetapi mengubah urutannya. Trump menuduh bahwa iklan tersebut dibuat "untuk mengganggu keputusan Mahkamah Agung AS," yang sedang mempertimbangkan gugatan hukum terhadap beberapa tarif Trump.
Carney mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu, dia telah meninjau iklan tersebut sebelum ditayangkan dan mengatakan kepada Perdana Menteri Ontario Doug Ford bahwa dia tidak ingin iklan itu ditayangkan, tetapi Ford tetap meneruskannya.
"Saya bilang ke Ford kalau saya tidak mau melanjutkan iklan itu," ujarnya. Dalam iklan tersebut, Reagan terdengar mengatakan bahwa tarif menyebabkan perang dagang dan bencana ekonomi.
Iklan tersebut menyebabkan Trump mengakhiri perundingan dagang dengan Kanada. Dua hari kemudian, ia mengatakan akan mengenakan bea masuk tambahan sebesar 10 persen atas barang-barang Kanada.
"Karena kesalahan penyajian fakta yang serius dan tindakan permusuhan mereka, saya menaikkan Tarif terhadap Kanada sebesar 10 persen, melebihi tarif yang mereka bayarkan saat ini," tulis Presiden AS dalam sebuah postingan di Truth Social.
Minggu lalu, Ford mengatakan akan menghentikan penayangan iklan tersebut setelah berbicara dengan Carney sehingga negosiasi mengenai tarif antara AS dan Kanada dapat dilanjutkan.
Pada hari Jumat, Trump mengatakan kepada wartawan ia tidak akan memulai kembali perundingan perdagangan dengan Kanada. Belum jelas apakah kedua negara akan memulai kembali negosiasi setelah permintaan maaf Carney kepada presiden AS.
- Kebijakan Tarif AS
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Tarif Nol Persen untuk Ribuan Produk, Ekspor Indonesia ke AS Diproyeksi Naik
-
Satpol PP Depok Kembali “Bersih-Bersih”! 59 PKL dan Bangunan Liar Ditertibkan
-
Trump Ancam Menaikan Tarif pada India atas Pembelian Minyak Russia
-
Rakyat Ekuador Menolak Kembalinya Pangkalan Militer AS di Negaranya
-
Dunia Internasional Waswas, Trump Perintahkan AS Keluar dari Puluhan Organisasi Internasional, PBB hingga Lembaga Iklim Ditinggalkan
-
Koperasi Desa Merah Putih Tancap Gas! Ratusan Pengurus Dikader di Bandung untuk Revolusi Ekonomi Desa
-
Ormas jadi Mitra Strategis Pemkab Belitung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.