Perkuat Ketahanan Air, BRIN Kembangkan Riset Sungai Bawah Tanah di Kebumen

Senin, 03 Agu 2026, 10:13 WIB

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi dan penelitian sungai bawah tanah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sebagai upaya memperkuat riset ketahanan air. 

Kepala BRIN Arif Satria pada hari Minggu (2/8), mengunjungi Goa Barat, Kabupaten Kebumen yang memiliki satu sumber air bersih, yang dimanfaatkan warga setempat sekaligus melihat potensi riset yang dapat dikembangkan.

Ket. Foto: Kepala BRIN Arif Satria meninjau lokasi riset sungai bawah tanah di Goa Barat, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (2/8/2026). — Sumber: BRIN

"Ini adalah salah satu sumber air bersih bagi masyarakat setempat. Agenda riset yang saat ini kita lakukan adalah bagaimana bisa menelusuri alur sungai bawah tanah tersebut," kata Arif dalam keterangan di Jakarta, Senin (3/8).

Kepala BRIN menegaskan pihaknya saat ini memprioritaskan penelitian untuk memahami karakteristik sungai bawah tanah, sebagai dasar pengembangan teknologi yang mendukung ketahanan air.

Selain memetakan aliran sungai bawah tanah, ia menyebut BRIN juga mengembangkan riset untuk meningkatkan kualitas air. Upaya ini dilakukan menyusul indikasi tingginya kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air sungai bawah tanah sehingga diperlukan teknologi pengolahan yang tepat agar aman dimanfaatkan masyarakat.

"Bagaimana kita bisa memecahkan masalah kualitas air, karena memang air yang ada di sungai bawah tanah disinyalir mengandung E. coli yang tinggi. Sehingga kita harus memberikan solusi bagaimana pengolahan air yang tepat agar masyarakat bisa memanfaatkan air dengan kualitas yang sangat baik," ujarnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Arif juga mengunjungi Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Karangsambung, Kebumen untuk berdialog dengan para periset di sana.

Lokasi tersebut menjadi pusat riset geologi BRIN, yang dilengkapi sejumlah fasilitas seperti museum geologi, koleksi batuan, serta laboratorium yang mendukung berbagai penelitian di bidang geologi.

Arif mengatakan dialog dengan para periset menjadi momentum untuk menyusun arah riset strategis BRIN, khususnya di bidang geologi dan teknologi air.

"Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk merumuskan agenda riset kita ke depan di bidang geologi, arah riset di bidang teknologi air, yang menunjang ketahanan air kita ke depan," tutur Arif Satria.

Sebelumnya, BRIN juga telah memaparkan 13 teknologi ketahanan air kepada Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas terkait penanganan cuaca ekstrem dan penanggulangan bencana di Istana Negara pada 28 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi yang dikembangkan BRIN sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan air nasional.

  • BRIN

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.