Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beijing Siap Bekerja Sama dengan Washington Tangani Peredaran Fentanil

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beijing Siap Bekerja Sama dengan Washington Tangani Peredaran Fentanil Doc: Antara
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun.

Beijing - Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengungkapkan terbuka untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS), termasuk dalam pengendalian fentanil mengingat Tiongkok adalah negara yang punya aturan ketat tentang narkoba.

"Dalam hal antinarkotika, Tiongkok memiliki tekad yang paling kuat, kebijakan yang paling gigih, dan salah satu rekam jejak terbaik di dunia. Tiongkok memberikan bantuan dalam hal ini yang mencapai hasil positif, dan terbuka untuk melanjutkan kerja sama dengan AS," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Rabu.

Pada Rabu (29/10), Presiden AS Donald Trump mengatakan ia berharap dapat menurunkan tarif terkait fentanil terhadap Tiongkok berdasarkan hasil pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan.

Trump menyampaikan hal itu saat berbicara dengan wartawan di pesawat Air Force One ketika menuju ke Korea Selatan dari Jepang.

Trump mengatakan Tiongkok akan bekerja sama dalam mengekang ekspor fentanil, obat yang awalnya diresepkan dokter untuk meredakan rasa sakit tapi malah menyebabkan epidemi kecanduan di AS dengan kasus overdosis yang menyebabkan sekitar 100.000 kematian setiap tahunnya.

"Saya berharap dapat menurunkannya karena saya yakin mereka akan membantu kita mengatasi masalah fentanil," kata Trump.

Ia menambahkan bahwa kontrol perbatasan yang lebih ketat telah memberikan dampak positif.

"Tiongkok merupakan salah satu negara dengan jumlah zat terbanyak dan pengendalian narkoba yang paling ketat, kami menyatakan simpati atas krisis fentanil di Amerika Serikat," tambah Guo Jiakun.

Namun, Guo Jiakun menyebut, AS juga perlu mengambil tindakan konkret untuk menciptakan kondisi yang diperlukan bagi kerja sama tersebut.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga telah memastikan Presiden Xi Jinping akan bertemu dengan Presiden Donald Trump pada Kamis (30/10), di Busan, Korea Selatan untuk berdiskusi mengenai hubungan bilateral dan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

Sebelum pertemuan kedua kepala negara, delegasi Tiongkok dan AS sudah bertemu dalam perundingan dagang di Kuala Lumpur pada 25-26 Oktober 2025.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan perundingan dagang tersebut akan berisi soal keinginan Tiongkok untuk "menunda" kontrol ekspor mineral tanah jarang yang banyak digunakan dalam pembuatan jet tempur, ponsel maupun kendaraan listrik selama satu tahun sebagai bagian dari kesepakatan.

Sedangkan Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Li Chenggang yang menjadi negosiator Tiongkok dalam perundingan tersebut mengungkapkan kedua negara sudah mencapai "konsensus awal" dan selanjutnya akan melalui proses persetujuan internal masing-masing.

Sebelumnya Presiden Trump mengatakan akan mengenakan tarif tambahan 100 persen untuk barang-barang Tiongkok mulai November sebagai balasan atas pengetatan ekspor mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk produksi barang elektronik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Meta Luncurkan AI Wonder, K...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.