- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB: Upaya Global Belum Cu...
PBB: Upaya Global Belum Cukup untuk Capai Target Iklim
Rabu, 29 Okt 2025, 01:00 WIBPARIS - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (28/10) memperkirakan bahwa komitmen pengurangan karbon dari berbagai negara hanya akan menurunkan emisi global sekitar 10 persen pada tahun 2035, angka yang dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi target iklim dunia.
Dikutip dari Channel NewsAsia, laporan tersebut dirilis hanya beberapa hari sebelum berlangsungnya Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) di Brasil, di tengah kekhawatiran bahwa banyak negara belum menyerahkan pembaruan rencana iklim nasional mereka tepat waktu.
PBB menyampaikan bahwa perhitungannya kali ini juga mencakup estimasi dari negara pencemar utama seperti Tiongkok dan Uni Eropa, yang hingga kini belum secara resmi menyampaikan komitmen terbaru mereka.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pekan lalu memperingatkan bahwa lambannya tindakan global membuat upaya untuk membatasi kenaikan suhu bumi hingga 1,5 derajat Celsius menjadi semakin sulit tercapai. Ia menilai, kegagalan mencapai batas tersebut akan menimbulkan dampak menghancurkan sebelum suhu dapat kembali stabil di akhir abad ini.
Sementara itu, Kepala iklim PBB Simon Stiell mengatakan, perkiraan pengurangan emisi sebesar 10 persen menunjukkan bahwa "umat manusia kini dengan jelas menurunkan kurva emisi ke bawah untuk pertama kalinya, meskipun masih belum cukup cepat".
Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB telah menyatakan bahwa emisi harus turun 60 persen pada tahun 2035, dari tingkat tahun 2019, untuk memperoleh peluang yang baik dalam membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri - tujuan yang lebih ambisius dari kesepakatan iklim Paris.
"Ilmu pengetahuan juga menunjukkan dengan jelas bahwa suhu benar-benar dapat dan harus diturunkan kembali ke 1,5 derajat Celsius secepat mungkin setelah terjadi lonjakan sementara, dengan meningkatkan laju secara substansial di semua lini," ujar Stiell dalam sebuah pernyataan.
Sulit Dijangkau
Negosiasi iklim COP30selama dua minggu yang akan digelar di wilayah Amazon mulai 10 November mendatang ditugaskan untuk membangun kembali momentum aksi iklim global. Konferensi ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari sikap Amerika Serikat yang cenderung konfrontatif, meningkatnya ketegangan geopolitik, hingga kekhawatiran ekonomi global. Di tengah situasi ini, muncul pula kekhawatiran bahwa target iklim paling ambisius dunia kini semakin sulit dijangkau.
Berdasarkan Perjanjian Paris, setiap negara diharuskan memperbarui Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) setiap lima tahun dengan target yang semakin ambisius. Pembaruan untuk rencana hingga tahun 2035 dijadwalkan rampung pada tahun ini. Namun, hingga akhir September, hanya 64 dari hampir 200 negara pihak yang telah menyerahkan NDC mereka kepada PBB, melewati batas waktu laporan tahunan resmi.
Akibat keterlambatan tersebut, Kepala Iklim PBB Simon Stiell mengatakan bahwa laporan terbaru hanya mampu memberikan âgambaran yang sangat terbatasâ, sehingga lembaga itu harus menggunakan metode perhitungan yang lebih umum.
âGambaran yang lebih luas ini, meskipun belum lengkap, menunjukkan emisi global berpotensi turun sekitar 10 persen pada tahun 2035,â ujar Stiell.Â
- Pemanasan Global
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
BPBD Cianjur Lakukan Pendataan Kerusakan akibat Gempa Sukabumi
-
Ganggu Lalu Lintas, Wali Kota Surabaya akan Tertibkan 'Pak Ogah'
-
Turki Diguncang Gempa Berkekuatan 6,1 Skala Richter
-
Riset: Pembersihan Polusi Udara di Tiongkok dan Asia Timur Kemungkinan Jadi Salah Satu Pemicu Suhu Bumi Semakin Panas
-
Polres Garut Selidiki Temuan Kerangka Manusia di Hutan Banjarwangi
-
23 Ton Stok Benih Telah Dipersiapkan untuk Musim Tanam Dua
-
PM Tiongkok: Jalin Komunikasi dengan Kongres AS untuk Perkuat Kerja Sama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.