KPK: Yogyakarta Dipilih Jadi Tuan Rumah Hari Antikorupsi 2025

Rabu, 29 Okt 2025, 15:47 WIB

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Yogyakarta sebagai pusat pelaksanaan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2025. Ketua KPK Setyo Budiyanto telah bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X membahas persiapan kegiatan.

Jubir KPK Budi Prasetyo menyampaikan, pemilihan Yogyakarta bukan tanpa alasan. Yogyakarta dinilai selaras dengan semangat pemberantasan korupsi melalui jalur pencegahan dan pendidikan.

Ket. Foto: Ketua KPK Setyo Budiyanto dan Sri Sultan Hamengkubuwono X saat membahas Hakordia 2025 yang akan berlangsung di Yogyakarta — Sumber: Humas KPK

"Mengingat Jogja sebagai kota pendidikan, kota budaya, selaras dengan upaya-upaya pemberantasan korupsi. Khususnya melalui lajur pencegahan dan pendidikan, yang juga masuk ke dalam ruang-ruang pendidikan dan budaya," kata Budi dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (29/10).

Selain dikenal sebagai kota pendidikan dan kota budaya. Budi mengatakan, Yogyakarta juga memiliki tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain.

“KPK terus mengajak seluruh pihak kementerian, lembaga, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat sipil, dan pelaku budaya. Untuk menjadikan peringatan ini sebagai penguat kembali semangat antikorupsi,” kata Budi.

KPK menilai, pelibatan masyarakat dalam peringatan Hakordia sangat penting. Tahun ini, kegiatan akan dirancang agar lebih terbuka dan melibatkan pelajar, mahasiswa, budayawan, pekerja seni, serta pelaku UMKM.

Selain itu, Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang sebelumnya ditunjuk sebagai lokasi pilot project program Desa Antikorupsi. Dimana telah berkembang menjadi gerakan kota dan kabupaten antikorupsi di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan kesiapan pihaknya memeriahkan pelaksanaan Hakordia 2025. Ia berharap, momen peringatan Hakordia yang bertepatan dengan akhir pekan bisa dinikmati oleh masyarakat Yogyakarta.

“Harapannya, masyarakat bisa menikmati semua aktivitas yang akan dilaksanakan di kawasan 0km dan sekitarnya. Tentu masyarakat Jogja juga diharapkan bisa ikut memeriahkan perayaan hari anti korupsi ini,” kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Melalui peringatan ini, KPK berharap semangat antikorupsi dapat tumbuh di seluruh lapisan masyarakat. Selain itu bisa menjadikan Yogyakarta sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam melawan korupsi. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.