Tiga Orang Tewas saat Badai Melissa Menerjang Jamaika

Selasa, 28 Okt 2025, 18:11 WIB

KINGSTON - Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jamaika melaporkan pada Senin (27/10) malam bahwa terdapat tiga kematian terkait badai "dalam persiapan" menghadapi badai tersebut.

"Kami menghimbau masyarakat untuk sangat berhati-hati: aktivitas seperti memanjat atap, mengamankan karung pasir, atau menebang pohon mungkin tampak dapat dilakukan, tetapi kesalahan kecil sekalipun selama kondisi badai dapat mengakibatkan cedera serius atau kematian.

Ket. Foto: Palang Merah mengatakan badai dapat berdampak pada 1,5 juta orang di Jamaika saja. — Sumber: Istimewa

Berkendara melewati jalan yang tergenang banjir atau area yang dipenuhi puing juga sangat berbahaya. Pusat kesehatan tetap tutup, tetapi rumah sakit tetap buka dan melayani korban luka akibat badai. Harap berhati-hati, tetap aman, dan lindungi diri Anda dan keluarga selama badai ini." tulis Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jamaika dalam postingannya di X.

Dari The Guardian, Badai Melissa dapat berdampak pada 1,5 juta orang di Jamaika saja, menurut Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yang memperingatkan akan adanya “dampak besar”.

"1,5 juta orang mungkin terdampak," ujar Necephor Mghendi, kepala delegasi IFRC untuk Karibia yang berbahasa Inggris dan Belanda , kepada para wartawan seperti dikutip kantor berita AFP. Mghendi memperingatkan bahwa angka ini mungkin "merupakan perkiraan yang terlalu rendah".

Sebagai pengingat, setelah Jamaika, Badai Melissa diperkirakan akan menghantam Kuba timur hari ini. Kondisi badai tropis diperkirakan akan terjadi di Haiti malam ini.

Kepulauan Bahama diperkirakan akan mengalami kondisi badai pada hari Rabu, dengan kondisi badai tropis di Kepulauan Turks dan Caicos juga diperkirakan terjadi pada hari Rabu.

Matthew Samuda, Menteri Air dan Lingkungan Jamaika, mengatakan ia memiliki lebih dari 50 generator yang siap digunakan setelah badai, tetapi ia memperingatkan masyarakat untuk menyisihkan air bersih dan menggunakannya dengan hemat. "Setiap tetes akan berarti," ujarnya.

Menurut Pusat Badai Nasional AS, beberapa wilayah di Jamaika dapat mengalami curah hujan hingga 40 inci dan “gelombang badai yang mengancam jiwa”.

Meskipun waktu pastinya belum jelas karena kecepatan badai yang berubah-ubah, Melissa diperkirakan akan mendarat di pulau itu pada Selasa pagi. Badai ini baru saja melewati pukul 5.10 pagi di Kingston, Jamaika.

  • Badai Melissa

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.