Jelang Hari Stroke Sedunia, Kenali 6 Faktor Risiko Utama yang Meningkatkan Risiko Stroke
📅 Selasa, 28 Okt 2025, 14:50 WIB | Oleh: Lili LestariDiabetes merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk di otak. Gula darah tinggi menyebabkan penumpukan lemak dan gumpalan darah di dalam arteri. Banyak penderita diabetes juga memiliki faktor risiko lain, seperti hipertensi, obesitas, dan kolesterol tinggi, yang memperparah risiko stroke mereka.
Studi tahun 2023 yang dimuat dalam Journal of Stroke menemukan bahwa pasien diabetes memiliki risiko stroke iskemik 1,8 kali lebih tinggi dibandingkan non-diabetes.
5. Kolesterol Tinggi
Kadar LDL atau kolesterol "jahat" yang tinggi berkontribusi terhadap aterosklerosis, suatu kondisi di mana plak menumpuk di dalam arteri. Jika plak ini pecah, aliran darah ke otak dapat terhambat. Mengelola kolesterol melalui pola makan, pengobatan, dan pemantauan rutin sangatlah penting. Hal ini membantu mencegah penumpukan lemak yang dapat menyebabkan stroke.
Sebaiknya Anda baca juga:
National Institutes of Health (NIH) melaporkan bahwa menurunkan kolesterol LDL sebesar 1 mmol/L dapat mengurangi risiko stroke iskemik lebih dari 20%.
6. Obesitas dan Kurang Aktivitas
Kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes, semuanya merupakan risiko stroke utama. Bahkan terlepas dari berat badan, gaya hidup yang kurang gerak dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Harvard TH Chan School of Public Health,oOlahraga teratur, seperti jalan cepat selama 30 menit hampir setiap hari, dapat mengurangi kejadian stroke hingga 25%.
Pencegahan stroke dimulai dengan kesadaran dan tindakan. "Jaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol Anda tetap terkendali. Berhenti merokok, tetap aktif, dan pertahankan berat badan yang sehat. Ini adalah cara paling sederhana namun paling ampuh untuk mengurangi risiko stroke," kata Dr. Kumar
Pada Hari Stroke Sedunia 2025, ingatlah pesan global kampanye ini: “Bersama Kita Bisa Mengatasi Stroke”. Pemeriksaan kesehatan rutin, saran medis yang tepat waktu, dan perubahan gaya hidup sehari-hari dapat menyelamatkan jiwa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!