Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pulihkan Integritas Ekonomi Bangsa dengan Tindakan Tegas Impor Pakaian Bekas

📅 Senin, 27 Okt 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pulihkan Integritas Ekonomi Bangsa dengan Tindakan Tegas Impor Pakaian Bekas Doc: antara
Ket. Regulasi Tata Niaga - Tindak tegas pelaku impor ilegal berbasis padat karya seperti pakaian bekas

JAKARTA - Para pelaku usaha seperti Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung langkah pemerintah menindak tegas pelaku impor ilegal berbasis padat karya seperti pakaian bekas. Dukungan tersebut disampaikan sebagai salah satu upaya untuk bisa memperkuat kembali industri nasional.

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (26/10) menyatakan dukungan penuh dan apresiasi tinggi atas langkah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang berkomitmen menindak tegas praktik impor pakaian bekas ilegal, dengan menerapkan sanksi denda serta pengawasan modern berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kebijakan tersebut katanya bukan sekadar penegakan hukum, melainkan gerakan pemulihan integritas ekonomi bangsa yang menyentuh akar persoalan ketimpangan industri padat karya.

Sebagai asosiasi yang menaungi lebih dari 2.500 pelaku industri mebel dan kerajinan di seluruh Indonesia, HIMKI menilai langkah pemerintah ini menjadi 'angin segar' bagi manufaktur, terutama industri furnitur dan kerajinan yang termasuk padat karya, karena menghadapi serbuan barang impor murah dan praktik perdagangan tidak adil.

‎“Bagi HIMKI, kebijakan ini merupakan keniscayaan sejarah bahwa bangsa yang ingin maju harus berpihak pada produksi dalam negeri, melindungi pelaku usaha jujur, dan memastikan keadilan kompetisi industri,” katanya.

‎Ia menambahkan dengan penerapan sistem pengawasan berbasis AI, bukan hanya pakaian bekas, tetapi juga produk furnitur dan komponen impor undervalue yang selama ini merugikan pelaku industri lokal dapat terpantau dan ditindak secara transparan.

‎“Kami mengajak seluruh asosiasi industri, aparat penegak hukum, media dan masyarakat luas untuk mendukung langkah ini secara konsisten. Karena pemberantasan impor ilegal bukan hanya urusan perdagangan, tetapi urusan martabat bangsa,” kata Sobur.

Perlindungan yang Adil

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin dalam pernyataan mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan yang adil bagi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang selama ini dirugikan oleh maraknya peredaran barang bekas impor berharga murah.

“Langkah ini sebagai bentuk perlindungan yang adil terhadap industri nasional yang selama ini harus bersaing dengan produk pakaian bekas impor berharga murah dan tidak memenuhi standar,” jelas Saleh.

Praktik impor ilegal pakaian bekas selama bertahun-tahun telah menekan harga di pasar domestik dan menggerus keuntungan produsen lokal. Karena itu, penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang patuh terhadap aturan.

Selain penindakan, Pemerintah juga perlu memperhatikan daya saing industri tekstil nasional mulai dari harga bahan baku, efisiensi logistik, biaya energi, dan ketersediaan tenaga kerja terampil agar produk industri lokal mampu bersaing secara sehat di pasar.

Keberhasilan kebijakan tersebut akan bergantung pada keseimbangan antara penegakan hukum yang konsisten dan pemberdayaan pelaku industri serta pedagang lokal.

‎“Ayo gas terus Mas Purbaya (Menkeu-red), semoga industri dalam negeri bangkit dan maju,” kata Saleh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Cara Unik Banten Mengembangkan Sikap Nasionalisme

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Cara Unik Banten Mengembang...
Nasional
Puluhan Jam di Meja Operasi...
Megapolitan
Baznas Bekasi Kucurkan Rp1 ...
Daerah
Cegah Antrean Panjang, Poli...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.