Untuk Turunkan Hujan Lebih Awal, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah

Minggu, 26 Okt 2025, 14:50 WIB

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) telah melakukan modifikasi cuaca di Jawa Tengah, Sabtu (25/10). Modifikasi cuaca ini menghabiskan sebanyak lima ton bahan semai, dengan menggunakan pesawat dengan kode registrasi PK-SNM.

Pesawat itu ditugaskan membawa bahan natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO), untuk disemai di atas awan konvektif pada ketinggian antara 4.000 hingga 12.000 kaki. Awan konvektif inilah yang membawa kandungan air dan berpotensi menurunkan hujan.

Ket. Foto: — Sumber: BNPB

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, melalui metode tersebut, awan konvektif dipicu untuk menurunkan hujan lebih awal. Dengan harapan hujan jatuh di wilayah lain yang lebih aman seperti laut atau hutan hujan.

"Sebab, percepatan penanganan banjir seperti di Kota Semarang membutuhkan cuaca cerah yang konsisten. Tanpa terbayangi awan, hujan, maupun air kiriman," kata Abdul Muhari dalam siaran pers BNPB, Minggu (26/10).

Ia mengatakan, pada penerbangan pertama, pesawat bermesin tunggal itu mengudara di wilayah perairan selatan Yogyakarta–Jawa Tengah. Bahan semai NaCl sebanyak satu ton ditaburkan dari ketinggian 8.000–12.000 kaki.

Menurutnya, berdasarkan monitoring radar, di wilayah tersebut terdapat bibit awan konvektif yang bergerak ke utara. Berpotensi menurunkan hujan sedang hingga lebat di daratan.

Selain itu, pemutusan suplai awan konvektif kembali dilakukan pada sortie kedua. Dengan total bahan semai NaCl sebanyak satu ton pada ketinggian yang sama, yakni 8.000–12.000 kaki.

"Area semainya masih berada di perairan selatan Yogyakarta–Jawa Tengah," ujarnya. Kemudian pada sortie ketiga, pesawat menabur bahan semai CaO sebanyak satu ton di wilayah selatan Semarang pada ketinggian 4.000–8.000 kaki.

Berikutnya, untuk sortie keempat, sebanyak satu ton NaCl disemai di atas langit perairan Rembang dan sekitarnya pada ketinggian 8.000–10.000 kaki. Selanjutnya, pesawat kembali mengudara sekitar pukul 20.30 WIB.

Sasarannya kembali ke wilayah perairan selatan Yogyakarta–Jawa Tengah. Bahan semai NaCl sebanyak satu ton kembali ditaburkan setelah kumpulan awan konvektif terpantau di radar.

Penerbangan kelima itu sekaligus menutup rangkaian misi OMC pada hari pertama dengan total penggunaan lima ton bahan semai. OMC akan dilanjutkan Minggu (26/10).

Secara operasional, OMC Jawa Tengah ini dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Sesuai dengan Notice To Air Mission (NOTAM) yang dikeluarkan AirNav Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Kendati demikian, misi dapat diperpanjang hingga 24 jam. Bergantung pada potensi cuaca dan kondisi pertumbuhan awan yang dipantau BMKG.

Selama hari pertama pelaksanaan OMC, radar pemantau cuaca BMKG mencatat hujan turun merata. Di wilayah Jawa Tengah bagian utara dan selatan.

Berdasarkan akumulasi per enam jam secara spasial. Hampir seluruh pesisir utara Jawa Tengah mengalami hujan masif pada hari ini. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.