Festival Gandrung Sewu Tuai Pujian Pusat, Kemenpar: Banyuwangi Konsisten Sajikan Agenda Budaya Berkualitas
Minggu, 26 Okt 2025, 21:25 WIBBANYUWANGI â Konsistensi daerah dalam menyajikan agenda budaya berkualitas tinggi sangat penting dan berdampak signifikan dalam berbagai aspek.
Agenda budaya yang konsisten menunjukkan komitmen serius daerah untuk menjaga, melestarikan, dan mempromosikan warisan budayanya, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat identitas daerah itu sendiri.
Konsistensi agenda budaya menarik minat wisatawan domestik dan internasional, menjadikan daerah tersebut sebagai tujuan wisata budaya yang andal.
Agenda yang terjadwal dan dipromosikan dengan baik memungkinkan wisatawan untuk merencanakan perjalanan mereka, sehingga meningkatkan kunjungan dan pendapatan pariwisata secara stabil.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Erwita Dianti mengemukakan bahwa Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur konsisten menyajikan agenda budaya berkualitas tinggi, yakni Festival Gandrung Sewu.
Festival Gandrung Sewu yang merupakan tari kolosal dari Banyuwangi itu konsisten digelar setiap tahun sejak 2012 silam atau pada tahun ini pergelaran pertunjukan tari kolosal sudah memasuki tiga belas tahun.
"Ini adalah tahun keempat Festival Gandrung Sewu masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), yang membuktikan komitmen Banyuwangi menyelenggarakan agenda berkualitas secara konsisten," katanya saat hadir menyaksikan Festival Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (26/10).
Konsistensi pergelaran Festival Gandrung Sewu, lanjut Erwita, berhasil menempatkan salah satu pertunjukan tari kolosal di Indonesia ini selama empat tahun berturut-turut masuk dalam 100 Kharisma Event Nusantara (KEN).
Ia mengapresiasi upaya Banyuwangi dalam mendorong pengembangan pariwisatanya, dan selama ini Banyuwangi telah dikenal secara luas sebagai daerah penyelenggara kegiatan yang konsisten.
Dalam kesempatan itu, Erwita turut menyerahkan secara langsung Piagam KEN kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
"Ini menunjukkan Banyuwangi memiliki komitmen kuat dalam menjunjung kearifan lokal dengan menghadirkan agenda berkualitas tinggi dan bernilai budaya," katanya.
Erwita menyampaikan, Kementerian Pariwisata menargetkan 1,08 miliar pergerakan wisatawan Nusantara dan 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025.
Menurut dia, konsistensi Banyuwangi dalam menggelar berbagai kegiatan akan mendorong capaian target tersebut, dan target yang ditetapkan itu hanya bisa tercapai dengan adanya sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
"Termasuk juga kolaborasi erat dengan masyarakat, pelaku industri pariwisata, seniman dan pelaku ekonomi kreatif," kata Erwita.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan secara total sebanyak 2.500 seniman ambil bagian dalam agenda Festival Gandrung Sewu termasuk di dalamnya sekitar 1.400 penari yang berasal dari Banyuwangi dan daerah-daerah lain.
"Inilah yang kami maksud dengan efek ganda, agenda mampu menggerakkan ekonomi daerah, penginapan penuh, warung-warung rakyat ramai pembeli, pedagang laris hingga penyewaan kendaraan juga ramai," kata Bupati Ipuk.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tanpa Kembang Api, Sampah Malam Tahun Baru Jakarta Turun Drastis di 2026
-
Klasemen Proliga 2026: LavAni dan Gresik Phonska Mantap di Puncak
-
Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji oleh KPK, Ketum PBNU Tegaskan Tak Akan Intervensi
-
Ijen Farmhouse, Wisata edukasi di Banyuwangi jadi Destinasi Favorit Baru
-
Beri Kepastian Hukum, DPR RI Godok RUU Perlindungan Komoditas Strategis
-
Kampung Nelayan Merah Putih Lateng Banyuwangi
-
Legislator Jawa Barat Minta Pemda Lindungi Area Resapan Air
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.