- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Menuju Asia, Dijadwa...
Trump Menuju Asia, Dijadwalkan Bertemu Xi Jinping di Korea Selatan
Jumat, 24 Okt 2025, 10:34 WIBWASHINGTON - Presiden AS Donald Trump memulai perjalanan besar ke Asia minggu ini. Semua mata tertuju pada pertemuannya dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping yang memiliki implikasi besar bagi ekonomi global.
Trump mengatakan pada hari Rabu, ia akan melakukan "perjalanan besar" ke Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan, kunjungan pertamanya ke kawasan tersebut sejak ia kembali ke Gedung Putih di tengah maraknya tarif dan pertikaian geopolitik.
Puncaknya adalah pembicaraannya dengan Xi di Korea Selatan, yang dikonfirmasi oleh juru bicara Trump akan berlangsung pada tanggal 30 Oktober di sela-sela pertemuan puncak Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
Trump sebelumnya mengancam akan membatalkan pertemuan tersebut di tengah memanasnya perang dagang antara Washington dan Beijing, tetapi pada hari Rabu ia mengatakan bahwa ia kini berharap tercapai "kesepakatan dalam segala hal."Â
Sementara itu, negara tuan rumah bersiap menggelar karpet merah untuk memastikan mereka tetap berada di sisi yang tepat dari pria berusia 79 tahun yang tidak dapat diprediksi itu, dan memenangkan kesepakatan terbaik yang dapat mereka peroleh terkait tarif dan bantuan keamanan.Â
Malaysia dan JepangÂ
Trump akan meninggalkan Washington pada hari Jumat dan tiba pada hari Minggu di Malaysia untuk menghadiri KTT ASEAN, sebuah pertemuan yang Trump lewatkan beberapa kali dalam masa jabatan pertamanya.
Ia akan menandatangani perjanjian dagang dengan Malaysia, tetapi yang lebih penting lagi adalah mengawasi penandatanganan perjanjian damai antara Thailand dan Kamboja, sembari ia melanjutkan usahanya untuk meraih Hadiah Nobel Perdamaian.
"Presiden Trump ingin melihat hasil yang lebih positif dari negosiasi perdamaian antara Thailand dan Kamboja," kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Pemimpin AS tersebut mungkin juga akan bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di sela-sela pertemuan puncak tersebut guna memperbaiki hubungan setelah berbulan-bulan terjadi permusuhan, kata sejumlah pejabat dari kedua negara kepada AFP.
Perhentian Trump berikutnya adalah Tokyo pada hari Senin dan dia akan bertemu dengan tokoh konservatif Sanae Takaichi, yang ditunjuk minggu ini sebagai perdana menteri wanita pertama Jepang, pada hari Selasa.
Jepang telah lolos dari tarif terburuk yang dijatuhkan Trump terhadap negara-negara di seluruh dunia untuk mengakhiri apa yang disebutnya neraca perdagangan tidak adil yang "merugikan Amerika Serikat."Â
Trump dan Xi di Korea SelatanÂ
Puncak perjalanan diperkirakan akan terjadi di Korea Selatan, dengan Trump dijadwalkan mendarat di kota pelabuhan selatan Busan pada hari Rabu, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Trump kemudian akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, menghadiri jamuan makan siang APEC bersama para pemimpin bisnis, dan bertemu dengan para petinggi teknologi AS untuk makan malam, kata Gedung Putih, di sela-sela pertemuan puncak APEC di kota Gyeongju.
Keesokan harinya Trump akan bertemu Xi untuk pertama kalinya sejak ia kembali menjabat.
Pasar global akan mengamati dengan saksama untuk melihat apakah kedua pria itu dapat menghentikan perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia, terutama setelah pertikaian baru-baru ini mengenai pembatasan tanah jarang Beijing.
Trump awalnya mengancam akan membatalkan pertemuan dan mengenakan tarif baru, sebelum mengatakan ia akan tetap melanjutkannya.
Ia berharap dapat mencapai kesepakatan dengan Xi dalam "segala hal" dan juga berharap pemimpin Tiongkok tersebut dapat memiliki "pengaruh besar" untuk mendorong Vladimir Putin dari RuSsia mengakhiri perang Ukraina.
Para analis memperingatkan untuk tidak mengharapkan terobosan apa pun.
"Pertemuan ini akan menjadi titik data di sepanjang kontinum yang ada, alih-alih titik balik dalam hubungan," kata Ryan Hass, seorang peneliti senior di Brookings Institution.
Korea Selatan, yang tengah mengupayakan kesepakatan dagangnya sendiri, dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah langka untuk memberikan Trump Grand Order of Mugunghwa -- penghargaan tertinggi negara itu -- selama kunjungannya.Â
Korea Utara juga akan menjadi agenda. Negara itu menembakkan beberapa rudal balistik pada hari Rabu, beberapa hari sebelum kunjungan Trump.
Korea Selatan telah menghentikan tur di beberapa bagian Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea, kata sejumlah pejabat pada hari Kamis, yang memicu spekulasi mengenai pertemuan baru antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.Â
Trump telah mengatakan bahwa ia berharap dapat bertemu Kim lagi setelah beberapa pertemuan selama masa jabatan pertama presiden AS tersebut, tetapi belum ada konfirmasi laporan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan pertemuan baru kali ini.
- Donald Trump
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Ketua Dewan Pembina IMI Bambang Soesatyo Berharap IMHAX Terus Berkembang
-
Trump Konfirmasi Bantuan $12 Miliar untuk Petani Amerika di Tengah Kekhawatiran Perdagangan dan Kenaikan Harga
-
Dirut KAI: Masalah Utang Kereta Cepat Whoosh Sudah Beres, Skema Pembayaran Dirumuskan Pemerintah
-
Trump akan Batalkan Mayoritas Perintah Eksekutif yang Ditandatangani Joe Biden
-
Australia Gelontorkan Dana Awal 2,8 Miliar Dollar AS untuk Galangan Kapal Selam Nuklir
-
Trump Dievakuasi Saat Terjadi Penembakan di Acara Jamuan Makan Malam
-
Indonesia Terima Repllika Prasasti Nalanda dari Pemerintah India
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.