Napoli Waspadai Ancaman Inter

Jumat, 24 Okt 2025, 07:46 WIB

MILAN - Tanda-tanda keretakan mulai terlihat dalam upaya Napoli mempertahankan gelar juara Serie A. Setelah dipermalukan 2–6 oleh PSV Eindhoven di Liga Champions tengah pekan lalu, tim juara bertahan kini menghadapi ujian berat melawan Inter Milan yang sedang melaju kencang, Sabtu (25/10) malam waktu setempat.

Kekalahan telak di Belanda itu menambah luka setelah Napoli secara mengejutkan tumbang di kandang Torino akhir pekan sebelumnya. Hasil ini membuat AC Milan merebut puncak klasemen sementara Liga Italia. Kini, Napoli dan Inter sama-sama mengoleksi 15 poin bersama AS Roma. Dia tertinggal satu angka dari Milan yang membuka pekan ke-9 dengan laga kontra Pisa, Jumat malam.

Ket. Foto: Gelandang Napoli, Scott McTominay, melakukan pemanasan sebelum pertandingan Serie A Italia antara Parma dan Napoli di Stadion Tardini, Parma. — Sumber: Piero CRUCIATTI / AFP

Pelatih Napoli, Antonio Conte, meluapkan amarah usai kekalahan di Eindhoven. Dalam konferensi pers yang berlangsung panas, dia menuding para pemainnya tidak menunjukkan semangat yang layak bagi klub sebesar Napoli. “Sudah sejak lama saya katakan bahwa kami harus menelan pil pahit dan bersikap rendah hati,” kata Conte.

Dia melihat, ada orang-orang yang mencoba menutupi kelemahan dan menipu para tifosi. Tapi publik Napoli pantas mendengar kebenaran. Jika ingin membangun sesuatu yang membanggakan kota ini, Napoli kami harus kembali pada semangat musim lalu, tanpa ego, tanpa tujuan pribadi, hanya satu visi: Napoli.

Conte memang menghadapi awal musim yang tidak mudah. Cedera paha parah menimpa Romelu Lukaku. Penggantinya, Rasmus Hojlund, juga sempat absen dua laga terakhir. Kabar baiknya, striker Denmark itu akan kembali saat menjamu Inter. Ini sebuah suntikan moral penting mengingat performanya yang impresif sejak didatangkan dari Manchester United pada tenggat transfer.

Namun, masalah Napoli tidak berhenti di lini depan. Pemain terbaik musim lalu, Scott McTominay, belum menemukan ritme terbaik sejak kedatangan Kevin De Bruyne. Kehadiran gelandang Belgia itu memang membawa kualitas kelas dunia, tetapi sekaligus menciptakan dilema taktik di lini tengah.

McTominay, yang mencetak dua gol ke gawang PSV, kini digeser ke sisi kiri dari formasi empat gelandang. Posisi itu membatasi ruang geraknya untuk masuk ke kotak penalti, gaya permainan yang musim lalu menjadikannya motor serangan Napoli. Napoli goyah, Inter justru tampil garang.

Tim asuhan Cristian Chivu mencatat tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi, terakhir menghancurkan Union Saint-Gilloise 4–0. Absennya Marcus Thuram sejak awal Oktober pun tak mengganggu laju karena Chivu memiliki kedalaman skuad yang mengesankan.

Ange-Yoan Bonny dan Pio Esposito, dua pemain muda yang sama-sama bersinar, memberi warna baru lini depan Nerazzurri. “Mereka telah melupakan kekecewaan musim lalu. Kadang rasa sakit bisa membebani tim, tapi anak-anak ini merespons dengan luar biasa,” ujar Chivu memuji anak asuhnya.

Inter datang ke Naples bukan hanya dengan momentum, tapi juga dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan di Stadion Diego Armando Maradona akan mempertegas ambisi mereka merebut kembali Scudetto yang lepas dua musim lalu.

Sementara itu, tekanan meningkat di Turin. Juventus, di bawah asuhan Igor Tudor, belum merasakan kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir setelah kalah 0–1 dari Real Madrid di Liga Champions. Mereka akan melawat ke markas Lazio pada Minggu malam dalam laga yang bisa menentukan nasib sang pelatih.

Sorotan Pemain

Bologna terus mencuri perhatian di bawah arahan Vincenzo Italiano. Salah satu kunci suksesnya adalah penampilan brilian Riccardo Orsolini. Penyerang sayap berusia 27 tahun itu sudah mencetak enam gol di semua kompetisi musim ini dan menjadi tumpuan utama tim.

Akhir pekan ini, Italiano akan menghadapi mantan klubnya, Fiorentina, yang tengah terpuruk di zona degradasi tanpa kemenangan dalam tujuh laga Serie A. Bologna sendiri kini berada di posisi kelima, hanya tiga poin di belakang AC Milan. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.