NBA Siapkan Liga Basket Eropa: Akan Diluncurkan dalam Dua Tahun Mendatang

Kamis, 23 Okt 2025, 07:20 WIB

NEW YORK, AS - NBA sedang mempersiapkan langkah besar berikutnya dalam ekspansi global mereka: meluncurkan liga basket profesional di Eropa dalam dua tahun ke depan. Wakil komisaris sekaligus COO NBA, Mark Tatum, mengonfirmasi rencana ambisius itu dalam wawancara dengan media internasional, Rabu (22/10).

“Ya, target kami adalah meluncurkan liga ini dalam dua tahun ke depan,” ujar Tatum. “Tentu saja, semua itu masih menunggu persetujuan dari dewan NBA dan FIBA.”

Ket. Foto: Wakil komisaris sekaligus COO NBA, Mark Tatum. — Sumber: AFP

Menurut laporan Sports Business Journal, NBA tengah menyiapkan biaya waralaba (franchise fee) di kisaran 500 juta hingga 1 miliar dollar AS, atau sekitar 8 triliun hingga 16 triliun rupiah per tim. Untuk memastikan kelayakan bisnisnya, NBA telah menunjuk JP Morgan dan The Raine Group sebagai konsultan keuangan strategis.

“Dalam waktu dekat, kami akan mulai menjalin komunikasi serius dengan para calon investor,” kata Tatum, dikutip TalkSport. “Kami memasuki tahap berikutnya, dan dalam delapan minggu ke depan kami akan tahu sejauh mana tingkat minat dari para pihak.”

Meski antusias tinggi, NBA disebut tidak akan memaksakan proyek ini bila nilai pasar yang diharapkan tidak tercapai. Saat ini, liga masih dalam tahap menentukan lokasi potensial untuk klub-klub peserta.

NBA berencana memulai NBA Europe dengan 10 hingga 12 tim, yang akan berasal dari berbagai kota besar di Eropa. “Kami memperkirakan liga ini akan mencakup kombinasi antara klub yang sudah ada dan klub baru,” jelas Tatum. “Mungkin juga klub sepak bola besar yang ingin berinvestasi di basket.”

Menurutnya, Inggris, Spanyol, Italia, Prancis, Jerman, Turki, dan Yunani menjadi negara-negara utama yang dipertimbangkan untuk menampung tim waralaba.

Tatum menambahkan bahwa NBA Europe akan menjadi liga kasta tertinggi, sementara Basketball Champions League milik FIBA akan berperan sebagai divisi kedua.

“Dalam peluncurannya nanti, akan ada empat slot terbuka yang bisa diperebutkan oleh tim-tim dari seluruh Eropa melalui sistem promosi berbasis prestasi,” ujarnya. “Misalnya, juara liga domestik bisa lolos ke Basketball Champions League dan kemudian bersaing untuk masuk NBA Europe, atau melalui turnamen playoff antarjuara.”

Lebih jauh, Tatum membuka kemungkinan bahwa ke depan, juara atau finalis NBA Europe bisa ikut bersaing di NBA Cup, turnamen musim pertengahan yang diperkenalkan di NBA pada tahun 2023.

“Dan di masa depan yang lebih jauh lagi, ketika teknologi perjalanan supersonik sudah memungkinkan, bukan tidak mungkin akan ada divisi NBA di Eropa,” kata Tatum, memberi gambaran jangka panjang.

NBA memang tengah memperkuat kehadirannya di Eropa. London akan menjadi tuan rumah pertandingan musim reguler NBA ke-10 pada tanggal 18 Januari 2026, mempertemukan Memphis Grizzlies dan Orlando Magic. Selain itu, pertandingan NBA juga dijadwalkan digelar di Manchester dan Paris pada 2027, serta di Berlin dan Paris pada tahun 2028.

“Kami tahu betapa besarnya basis penggemar NBA di Inggris,” ujar Tatum. “Sayangnya, belum ada tim papan atas di sana. Kami merasa perlu menghadirkan tim profesional yang bisa mewakili pasar dan penggemar sebesar itu.”

Langkah ini menandai fase ekspansi global paling ambisius NBA sejak pembentukan NBA Africa dan NBA G League Ignite. Jika berjalan sesuai rencana, NBA Europe bukan hanya memperluas jangkauan liga, tetapi juga berpotensi mengubah peta kompetisi basket dunia, membuka era baru di mana tim-tim Eropa bersaing langsung di bawah naungan NBA.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.