- Home
-
- Luar Negeri
-
- 100 Kasus Penculikan dan P...
100 Kasus Penculikan dan Penyekapan Warga Korsel di Kamboja Belum Terselesaikan
Kamis, 23 Okt 2025, 00:20 WIBSEOUL - Kedutaan Besar Korea Selatan di Phnom Penh, Kamboja, mengungkapkan dalam dua tahun terakhir terdapat sekitar 100 kasus penculikan dan penyekapan warga Korea Selatan yang belum terselesaikan.
Dalam sesi pemeriksaan Komisi Hubungan Luar Negeri dan Unifikasi Parlemen yang digelar di Phnom Penh pada Rabu (22/10), Kedutaan Besar Korea Selatan mencatat, terdapat kurang dari 20 kasus penculikan pada 2023, dan melonjak pada tahun 2024 menjadi 220 kasus, dan mencapai 330 kasus pada Januari hingga Agustus tahun ini.
Dari total 550 laporan dalam dua tahun terakhir, sebanyak 450 kasus telah berhasil diselesaikan setelah para korban berhasil diselamatkan atau dibebaskan. Namun, sekitar 100 orang masih belum ditemukan.
Anggota parlemen pun mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap kasus penculikan dan penyekapan yang terjadi tidak hanya di Kamboja, namun juga Vietnam, Thailand dan Laos.
Sebelumnya kantor berita KBS pada Rabu pun melaporkan bahwa ada ribuan warga Korea Selatan diduga terlibat jaringan kriminal di Kamboja.
Badan Intelijen Korea Selatan memperkirakan bahwa sekitar 2.000 warga Korea Selatan terlibat dalam kegiatan kriminal di Kamboja.
Anggota DPR dari Partai Demokrat, Park Sun-won menyampaikan hal tersebut berdasarkan laporan dari Badan Intelijen Nasional (NIS) saat sidang tertutup Komite Intelijen Majelis Nasional pada Rabu.
Park mengatakan NIS membuat perkiraan tersebut berdasarkan jumlah restoran Korea yang diakses di dekat kompleks-kompleks tersebut.
Lembaga intelijen tersebut menyebutkan ada 50 kompleks yang diduga memiliki kegiatan kriminal di seluruh Kamboja, dengan sekitar 200.000 pekerja di dalamnya.
Sebelumnya, pada Juni hingga Juli 2025, kepolisian Kamboja sudah menangkap 3.750 tersangka penipuan online, 57 diantaranya merupakan warga Korea Selatan. Satu orang mahasiswa Korea Selatan juga dikonfirmasi meninggal dunia pada Agustus karena terlibat produksi dan distribusi minuman bercampur narkoba.
Pekan lalu, KBS melaporkan bahwa tersangka utama yang menyebabkan kematian mahasiswa tersebut merupakan aktor utama skandal peredaran narkotika di Gangnam tahun 2023. Saat itu, sembilan dari 13 mahasiswa yang mengonsumsi minuman yang dicampur zat tertentu mengalami halusinasi.
Badan intelijen saat ini sedang melacak tersangka, dan menyelidiki seorang kaki tangan dalam kasus penyelundupan narkoba di Kamboja.
Lee mengatakan bahwa NIS pertama kali memperoleh informasi tersebut, tiga hari setelah kematian mahasiswa tersebut dan berhasil mengidentifikasi tersangka setelah delapan hari. ils/KBS/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Tailan Siap untuk Mediasi PBB Terkait Sengketa Maritim dengan Kamboja
-
Kearifan Lokal: Tradisi Menyambut Bulan Purnama di Banyuwangi
-
OJK: Proses Demutualisasi BEI Masih Tunggu Terbitnya Peraturan Pemerintah
-
250 Wisman Masuk ke Tanjungpinang Lewat Jalur Laut di Hari Pertama 2026
-
Bupati: 2.200 Pelajar Kepulauan Seribu Dapat Kacamata Gratis
-
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru, Dukung Program Pemerintah Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
-
Thailand Umumkan Korban Pertama dalam Bentrokan dengan Kamboja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.