Museum Louvre Kembali Dibuka Usai Dibobol Maling

Rabu, 22 Okt 2025, 20:42 WIB

MOSKOW - Museum Louvre kembali dibuka untuk pengunjung pada Rabu dua hari setelah sembilan perhiasan bersejarah koleksi Napoleon dan Permaisuri Prancis dicuri. Ruang Galeri Apollo tempat insiden terjadi tetap ditutup sementara penyelidikan berlangsung, namun museum lainnya beroperasi normal dan menyambut pengunjung yang mengantre sejak pagi.

Pada 19 Oktober, sekelompok pencuri membobol Museum Louvre dan mencuri sembilan dari total 23 perhiasan dalam koleksi “Napoleon dan Sang Permaisuri.”

Ket. Foto: Arsip foto - Pengunjung melintasi Piramida Louvre yang diarsiteki I M Pei di Museum Louvre, Paris, Prancis, Jumat (2/8). — Sumber: ANTARA/Wahyu Putro A/foc/aa.

Barang-barang yang dicuri termasuk tiara, anting-anting, kalung, dan bros yang pernah dimiliki oleh ratu dan permaisuri Prancis.

Museum sempat ditutup menyusul insiden tersebut dan dijadwalkan untuk dibuka kembali pada Senin, namun manajemen memutuskan untuk memperpanjang penutupan. 

Pada pukul 08.30 waktu setempat (06.30 GMT), sekitar 100 orang telah mengantre menunggu pembukaan museum yang dijadwalkan pukul 09.00. 

“Menurut rencana, museum akan dibuka hari ini. Hanya ruang tempat pencurian terjadi yang akan tetap ditutup,” ujar seorang pegawai Louvre yang bertugas menerima pengunjung kepada RIA Novosti.

Namun, pegawai museum lainnya mengatakan bahwa ia belum mengetahui apakah museum akan beroperasi seperti biasa pada Rabu.

“Kami masih menunggu instruksi tambahan dari direksi,” ujarnya.

Pada 19 Oktober, surat kabar Le Parisien melaporkan bahwa pencuri membobol Louvre dan mencuri sembilan dari 23 perhiasan yang dipamerkan di Galeri Apollo, yang menyimpan sebagian koleksi perhiasan kerajaan dan kekaisaran Prancis, termasuk bros, kalung, dan tiara.

Menteri Kebudayaan Rachida Dati menyatakan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden tersebut dan penyelidikan sedang berlangsung.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menjelaskan bahwa para pencuri masuk ke Louvre melalui jendela dengan menggunakan tangga yang dipasang pada alat pengangkat (cherry picker), memotong kaca jendela dengan gerinda sudut, lalu melarikan diri menggunakan skuter.

Nunez tidak menutup kemungkinan bahwa pelaku berasal dari luar negeri. Le Parisien juga melaporkan bahwa pencurian dilakukan oleh kelompok berjumlah empat orang, dua di antaranya masuk ke dalam museum.

  • prancis
  • museum louvre
  • dibobol maling

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.