Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Gandeng Perusahaan Bioteknologi Korsel Kembangkan Pangan Berbasis Sel di Indonesia

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 10:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Gandeng Perusahaan Bioteknologi Korsel Kembangkan Pangan Berbasis Sel di Indonesia Doc: BRIN
Ket. Pertemuan antara BRIN dengan perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, Simple Planet di Jakarta, Senin (20/10/2025).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, Simple Planet dalam upaya memperkuat riset dan inovasi di bidang bioteknologi, khususnya dalam pengembangan sistem pangan berkelanjutan berbasis sel.

Penandatanganan dilakukan oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian dan CEO Simple Planet, Dominic Jeong, berlangsung di Jakarta, Senin (20/10).

"Kami ingin belajar dari penelitian yang sedang berlangsung di sini, sekaligus memperluas kemitraan kami. Merupakan kehormatan besar bisa bekerja sama dengan BRIN," kata CEO Simple Planet, Dominic Jeong melalui keterangan di Jakarta, Selasa.

Jeong menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengembangkan sel dari berbagai hewan, seperti sapi, ayam, salmon, dan ikan pipih, untuk menciptakan sumber protein dan lemak alternatif yang berkelanjutan.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam riset pangan dan bioteknologi. Selain itu, berbagai penelitian yang dilakukan BRIN menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan yang telah bermitra dengan sejumlah perusahaan pangan terkemuka dunia itu untuk memperluas jejaring kolaborasi.

"Kami sedang mencari proyek R&D yang spesifik dan berharap dapat memulainya awal tahun depan. Kami sangat menantikan kolaborasi ini tumbuh dan menghasilkan inovasi yang berdampak," ucap Dominic Jeong.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi R. Hendrian menjelaskan bahwa kemitraan ini akan berfokus pada bidang bioteknologi, kesehatan dan sistem pangan berkelanjutan, yang sejalan dengan misi BRIN untuk mengonversi hasil riset mutakhir menjadi inovasi yang aman, etis, dan berdampak bagi masyarakat serta industri.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan kondroitin sulfat melalui teknologi berbasis sel (cell-based technology), yang menjadi bagian penting dalam pengembangan bahan fungsional dan biofarmasi.

Hendrian menyebutkan berbagai fasilitas BRIN, seperti laboratorium bioteknologi dan kultur jaringan, fasilitas fermentasi, hingga laboratorium pengujian pangan di Yogyakarta telah siap untuk mendukung kolaborasi ini.

"Inisiatif ini sangat relevan dengan arah riset BRIN di bidang bioteknologi pangan, bahan fungsional, dan pengembangan biofarmasi. Melalui kemitraan ini, kami ingin memperkuat kapabilitas di bidang pertanian seluler yang tengah berkembang pesat," tutur R. Hendrian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.